•   Kamis, 17 Oktober 2019
Kriminal

Terpengaruh Miras, Kawanan Begal Beraksi saat Malam Tahun Baru

( words)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Unit Resmob Satrekrim Polrestabes Surabaya menangkap delapan dari sepuluh pelaku begal di malam pergantian tahun pada Selasa (1/1) dini hari lalu. Penangkapan itu tepat sehari setelah para kawanan begal berhasil menggasak sebuah motor dan handpone milik korban, usai dihajar beramai-ramai. "Setelah ada laporan,kami langsung mengidentifikasi para pelaku. Tepat sehari setelah kejadian kami bersama tim berhasil menangkap delapan dari sepuluh orang pelaku pengeroyokan dan pencurian itu," beber Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Jumat (4/1) sore. Aksi itu di otaki oleh Risky Saifulah (22) warga Pacarkeling II/38 Surabaya dan Wahyu Daryono (20) warga Pacarkeling V/30 Surabaya. Keduanya mengajak delapan rekannya yakni M Farid (18) warga Pacarkeling IV/38, M Sokhib (25) warga Pacarkeling IX/14, M.

Syfak (18) warga Pacarkeling IX/23, Husen (21) wrga Pacarkeling II/15, Ramadan (22) warga Pacarkeling I/35 dan Hafes (23) warga Dinoyo IX/14 Surabaya serta dua rekan lainnya yang masih DPO yakni RHN dan PTR. Sebelum beraksi, para pelaku ini lebih dulu melakukan pesta miras di lapangan Pacarkeling. Setelah merasa kehabisan uang, mereka kemudian berkeliling mencari sasaran. "Begitu sampai di jalan Dr. Moestopo, para pelaku ini memotong laju motor korban. Korban saat itu dua orang kemudian dipaksa turun. Korban yang mengendarai sontak dipukul beramai-ramai.

Selanjutnya Risky dan Wahyu ambil kesempatan bawa jabur motor dan hanspone korban," lanjut Bima. Setelah berhasil, kawanan ini kemudian kabur. Handpone korban hendak dijual sedangkan motornya, dipakai sendiri denfan cara memasang pkat nomor palsu dan body yang berwarna lain. "Sempat ganti body motor asli dengan warna putih ini, harusnya Mio merah. Platnya juga diganti oleh tersangka Risky ini," katanya. Akibat kejadian itu, korban sempat mengalami luka lebam dan trauma mengingat korban bernama Hoky masih berusia 15 tahun. Dari hasil penyidikan, kawanan ini baru sekali beraksi.

Alasannya mereka terpengaruh minuman beralkohol dan tak dapat mengendalikan diri.

Berita Populer