Ibu Gorok Anaknya Sendiri
|
| Jumat, 13 Juli 2012 | 05:19 WIB |
|
|
|
Entah apa yang ada di benak Sriatun (35) hingga tega membunuh anak kandungnya, Nayla Ramadani, yang baru berusia 4 tahun. Tragisnya, wanita asal Magetan ini membunuh dengan cara menggorok leher korban dengan senjata tajam. Apa motifnya?
Kejadian memilukan ini langsung menggemparkan warga Desa Lemahbang, Kecamatan Bendo, Magetan, Kamis (12/7). Korban pertamakali ditemukan dalam keadaan bersimbah darah di lantai oleh Sujarwo (40), ayah kandungnya, sepulang dari bekerja sebagai kuli pembuat batu bata. Korban mengalami luka parah pada bagian leher belakang akibat sayatan benda tajam. Tak jauh dari tubuh korban ditemukan pisau besar dengan bercak darah.
Sujarwo tampak menangis histeris mengetahui anak semata wayangnya tewas dibunuh istrinya sendiri. Sementara dari lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa sabit yang digunakan pelaku untuk menggorok korban. Barang bukti tersebut diamankan, berikut sang pelaku. "Pelaku sudah kami amankan dan akan diperiksa, termasuk dites apakah memang mengalami gangguan jiwa atau tidak. Sebab, sesuai informasi, pelaku mmemiliki gangguan jiwa," ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Wasno.
Paman Sriatun, Mardiono mengungkapkan menurut tetangga sekitar, sebelum diketahui tewas tergorok, Nayla sempat menangis dan digendong ibunya. Setelah terdiam, Nayla dibawa masuk ke dalam rumah dan tertidur. Setelah itu, korban diketahui sudah tewas tergorok. Kejadiannya sendiri sekitar pukul 12.00 Wib.
Ia menambahkan, pelaku Sriatun memang diketahui mengalami gangguan jiwa sejak remaja. Penyakit itu kadang-kandang kambuh. Meski mengalami gangguan jiwa, Sriatun tidak pernah marah atau melukai orang lain. "Dia cenderung diam dan baru kali ini berbuat aneh. Stresnya itu memang kambuhan dan keturunan dari neneknya," terang Mardiono.
Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Termasuk juga memintai keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Setelah melakukan olah TKP polisi membawa mayat Nayla Ramadhani ke rumah sakit Dokter Sayidiman Magetan guna menjalani visum.
"Saat ini anggota di lapangan juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi. Selain itu kita juga akan memeriksakan kondisi kejiwaan dari pelaku sebagai kelengakapan BAP," ujar Kapolsek Bendo AKP Sujarwato. n an