Listing Saham Perdana Bank Jatim
|
| Jumat, 13 Juli 2012 | 04:04 WIB |
|
|
|
JAKARTA - Hanya dalam tempo satu jam pertama, sejak listed dengan penawarkan saham Rp 430 per lembar, harga saham Bank BPD Jatim langsung meroket hingga 40 poin (9,3 persen) ke level Rp 470/lembar saham . Ini setelah Bank BPD Jatim resmi menjadi perusahaan terbuka dengan tercatat sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) dan melantai dengan kode efek BJTM.
Ihwal itu disaksikan langsung Gubernur Jawa Timur Soekarwo, kala melakukan listing saham perdana Bank Jatim pada upacara pembukaan perdagangan di Gedung Bursa Efek, Jakarta, Kamis (12/7/2012). Dalam kesempatan tersebut Pakde Karwo - demikian Soekarwo disapa - mengatakan pencatatan saham ini merupakan tantangan buat Bank Jatim. Kendati demikian dirinya optimis pasar saham ini akan mampu mendorong pertumbuhan UMKM yang memang Jawa Timur mengalami perkembangan yang luar biasa.
Masih kata Pakde Karwo, Bank Jatim mempercayakan penjamin pelaksana emisi penawaran saham tersebut adalah PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas. Karena tingginya minat investor, Bank Jatim sempat mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak enam kali dari porsi pooling.
Bank Jatim menargetkan mendapatkan tambahan dana sebesar Rp 1,28 triliun dari penawaran saham perdana itu. Dana itu akan digunakan sebesar Rp 1,024 triliun atau 80% untuk ekspansi kredit khususnya bagi UMKM, Rp 128 miliar atau 10 persen untuk perluasan jaringan, dan Rp 128 miliar atau 10%untuk pengembangan teknologi informasi, tambah Pakde Karwo kepada wartawan usai listing perdana tersebut.
Selain itu, kapitalisasi pasar yang dicatatkan sebesar Rp 6,35 triliun. Demikian seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/7). Dalam masa penawaran umum mencapai permintaan 3,73 miliar saham dengan jumlah pemesan sebesar 4.411 pihak. Pemegang saham menjadi 4.381 pihak lewat penawaran umum saham perdana.
Sementara pemegang saham publik sekitar 17,87% setelah penawaran umum saham perdana, program ESA dan MESOP. Untuk rata-rata PER industri sebesar 10,86 kali dan rata-rata PBV sebesar 1,83 kali pada 11 Juli 2012.(arf)