Efisiensi, Laba Wira Jatim Naik 30 Persen
|
| Kamis, 9 Agustus 2012 | 02:02 WIB |
|
|
|
Surabaya - Membaiknya sektor perekonomian di Jawa Timur di tahun ini ikut mempengaruhi positifnya kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pemerintah provinsi ini, Wira Jatim Group.
Presdir Wira Jatim Group, Arif Afandi mengatakan, selama semester I tahun ini, pendapatan Wira Jatim Group tercapai 7 persen di atas target yang dibebankan atau sebesar Rp 64,384 miliar. Kondisi ikut mengerek laba bersih yang BUMD yang membawahi 12 badan usaha tersebut.
"Laba yang kami bukukan juga telah melampaui 30 persen dari target selama semester I. Dengan kenyataan ini, berarti upaya efisiensi yang kami lakukan telah menunjukkan hasil," kata Arif kemarin.
Positifnya kinerja tersebut membuatnya optimistis bahwa pada semester II tahun ini akan menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi. Padahal, Pemprov Jatim mematok target pendapatan Wira Jatim Group tahun ini naik 14 persen dari pencapaian tahun lalu.
"Kami optimistis, karena pada semester dua biasanya pencapaian pendapatan juga akan lebih bagus dibanding semester pertama," ujar Arif yang juga Ketua Umum Badan Kerjasama Badan Usaha Milik Daerah (BKS-BUMD) Seluruh Indonesia ini.
Keyakinannya tersebut karena pada semester II tahun ini akan ada sejumlah proyek pengembangan usaha yang mulai dioperasikan, seperti Hotel Bekizaar Basuki Rahmad yang mulai beroperasi Oktober 2012, dan pabrik tepung tapioka di Tuban yang akan mulai dioperasikan November 2012 mendatang.
"Dengan demikian diharapkan akan ada lonjakan pendapatan yang masuk baik di semester II tahun ini apalagi tahun depan," tandas Arif.
Pihaknya saat ini juga tengah mematangkan rencana investasi baru di sejumlah sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim. Proyek baru tersebut diantaranya berlokasi di Banyuwangi, Jember, dan Madura. Sayangnya, Arif enggan menyebut jenis investasi yang akan dilakukan tersebut.
"Yang jelas dengan gencarnya investasi baru itu, sejalan dengan program Gubernur Jatim untuk mengurangi disparitas pertumbuhan ekonomi di Jatim," pungkasnya.