Deadlock, Buruh Ancam Tutup Jalan Tol
|
| Jumat, 13 Juli 2012 | 03:51 WIB |
|
|
|
JAKARTA - Desakan dari kaum buruh yang tergabung dalam KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) agar penghapusan outsourcing dan tolak politik upah murah dapat ditetapkan oleh Kemenakertrans menemui jalan buntu. Buruh mengancam menutup jalan tol.
"Sangat tidak memuaskan tapi kami harus beri apresiasi karena ada keinginan yang sama, tapi kan kalau sebatas keinginan kita tidak bisa percaya, bisa ya bisa tidak, karena sudah tahun retorikanya sama," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal kepada Wartawan di gedung Kemenakertrans usai berunding dengan Kemenakertrans (12/7).
Menurut Said, kenaikan upah buruh yang dijanjikan Kemenakertrans hanya sekitar RP 48.000 dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kaum buruh.
"Kalau hanya 48 ribu akan memancing kembali, tidak menjawab persoalan maka buruh akan menutup tol bahkan menutup pelabuhan, ini bukan dari KSPI, ini benar-benar dari masa buruh," ungkap Said
Namun Said sangat memberikan apresiasi kepada Kemenakertrans khususnya kepada Muhaimin Iskandar selaku Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang akan membuat moratorium mengenai penghapusan outsourcing. "Untuk outsourching, pada titik semangat sama, beliau setuju, beliau mempertimbangkan moratorium. Bagi kami yg paling penting ada keberanian dari pemerintah," ungkapnya. jak