Lambat, Kalau Jeruk Makan Jeruk
|
| Kamis, 2 Agustus 2012 | 02:54 WIB |
|
|
|
Ruhut Sitompul - Anggota Komisi III DPR
SAYA menganggap wajar jika polisi lamban mengungkap kasus korupsi pengadaan simulasi kemudi mobil dan motor di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. Pasti lambat kalau jeruk makan jeruk. Ungkapan 'jeruk makan jeruk' yang dimaksudkan, adalah aparat kepolisian memeriksa instansinya sendiri.
Karenanya saya menilai penyidikan yang dilakukan KPK sudah tepat. Sebab, dalam mengungkap kasus di suatu instansi, memang harus pihak dari luar yang melakukan, agar hasilnya obyektif.
Ini terbukti dengan proses penyidikan yang dilakukan KPK, telah menetapkan mantan Dirlantas Polri Irjen Djoko Susilo yang kini menjadi Direktur Akademi Polisi (Akpol) sebagai tersangka. Di Polri, kasus ini masih tahap pemeriksaan. Sebanyak 33 orang sudah diperiksa.
Meski begitu, saya mengapresiasi segala tindakan kedua penegak hukum, yang juga mitra kerja Komisi III DPR, dalam mengusut tuntas kasus-kasus korupsi, salah satunya kasus dugaan pengadaan simulator dalampembuatan SIM. jk/rum