Waspadai Gejala Gangguan Saraf
|
| Kamis, 5 Juli 2012 | 07:32 WIB |
|
|
|
SURABAYA – Jika anda sering mengalami kram dan kesemutan, waspadai gejala gangguan saraf. Terlebih saat memasuki usia 40 tahun, kesehatan seseorang harus lebih diperhatikan. Mulai dari asupan makanan hingga kondisi tubuh yang mengalami perubahan seiring pertambahan usia. Seperti kecenderungan berbagai penyakit berat serta gejala gangguan saraf.
Dari 4 orang yang berusia 40 tahun, 1 diantaranya menderita Neuropati atau gangguan saraf yang disebabkan kurangnya vitamin B1, B6 dan B12. Sayangnya gejala ini sering terabaikan dan dipandang hal yang wajar timbul pada usia lanjut. “Secara umum, neuropati sering kali tidak disadari sebagai penyakit. Tapi dipandang sebagai kondisi yang umum akibat komplikasi dari penyakit lain,” ujar Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Kota Surabaya, dr Mudjiani Basuki, Rabu (4/7).
Semua orang berisiko terkena neuropati terutama seperti, berusia tua, menderita diabetes, hipertensi, mengkonsumsi alkohol, menderita penyakit pembuluh darah atau jantung, kanker, terpapar bahan kimia. Gejala-gejala neuropati yang bisa dirasakan seperti nyeri, rasa terbakar di jari-jari kaki, telapak kaki, tungkai, tangan, jari-jari tangan maupun lengan.
Neuropati pada umumnya dialami sekitar 26 persen atau 1 dari 4 orang berusia di atas 40 tahun. Sedangkan pada penderita diabetes, angka prevalensi meningkat menjadi 50 persen atau 1 dari 2 penderita. Neuropati juga dapat menyerang mereka yang mengalami defisiensi vitamin B1, B6 dan B12. “Jika dibiarkan, kondisi neuropati dapat menganggu mobilitas penderitanya,” tuturnya.
Untuk pasien diabates, resiko terjadinya neuropati semakin bertambah besar, sejalan dengan bertambahnya usia dan lama penyakit diabetes yang diderita. “Neuropati karena usia, apabila tidak diterapi dengan benar, juga dapat menjadi berat sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi-komplikasi lain,” jelasnya. Sh