Mirip Bajak-Membajak
|
| Selasa, 24 Juli 2012 | 02:29 WIB |
|
|
|
Bima Arya - Partai Amanat Nasional
BERGABUNGNYA politisi ke Nasdem ini dinilai mirip dengan bajak-membajak karyawan yang biasa dilakukan dalam dunia profesional. Istilah bajak-membajak ini memang terkenal dalam dunia profesional yang tidak terlalu menempatkan loyalitas. Partai bukanlah perusahaan yang biasa mencari head hunter dengan cara membajak. Kalau terbujuk, memangnya partai ini perusahaan? Dalam partai harus dibangun loyalitas. Kalau saya, sekali matahari selamanya matahari.
Justru saya menduga anggota dewan atau kader partai yang tergoda memiliki masalah personal dengan partai lama mereka. Ia menyarankan perekrutan kader oleh sebuah partai harus melalui kaderisasi internal kepada masyarakat yang dinilai sangat potensial menyampaikan aspirasi masyarakat.
Secara internal, bagi yang tergoda tentu ada persoalan yang dihadapi, secara eksternal tidak etislah membajak seperti itu. Partai harusnya melakukan rekrutmen yang difokuskan pada segmen baru dan calon kader yang potensial.
Motif uang turut menjadi salah satu alasan banyaknya politikus kutu loncat. Jadi kepindahan mereka bukan karena kesamaan ideologi atau idealisme. jk/rum