RI Siap Produksi Mobil Listrik 10.000 Unit
|
| Selasa, 24 Juli 2012 | 02:17 WIB |
|
|
|
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk pusat pengembangan teknologi dan industri otomotif untuk mendorong produksi 10.000 mobil listrik nasional pada 2014.
"Kami putuskan untuk membangun pusat pengembangan teknologi dan industri otomotif berbasis green car," ujarnya saat ditemui seusai rapat koordinasi mobil listrik nasional di Jakarta, Senin (23/7).
Hatta menjelaskan pusat pengembangan ini akan berada dalam pengawasan tim yang terdiri dari Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan serta Kementerian BUMN. "Tim inilah yang bertanggung jawab penuh sampai kita masuk produksi massal. Kita ingin lebih cepat lagi, kalau bisa 2014 sudah produksi," ujarnya.
Selain itu, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait insentif dan disinsentif yang bermanfaat untuk ikut mendorong pengembangan mobil listrik nasional tersebut. "Kami harus memberikan insentif dan perlindungan kepada industri ini, yang akan dikembangkan melalui BUMN maupun swasta-swasta," kata Hatta.
Ia menjelaskan insentif yang diberikan termasuk pengurangan pajak, seperti pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) serta pembebasan bea masuk barang modal untuk komponen utama pengembangan mobil listrik seperti baterai.
"Insentif diberikan untuk komponen-komponen utama seperti baterai, sampai kita mengembangkan baterai nasional kita sendiri. Karena otaknya di baterai," kata Hatta.
Hatta mengatakan pemerintah telah mendapatkan kemajuan pesat terkait pengembangan mobil listrik nasional, yang saat ini telah memasuki tahap kesiapan teknologi sebelum masuk kepada masa persiapan produksi.
"Kita sudah bisa melihat pertama kemajuan sangat pesat. LIPI sudah produksi kendaraan listrik juga BBG, macam kendaraan city car, yang sudah masuk kategori skala tujuh dari sembilan. Jadi disebut dengan technology readyness level. Kita confident masuk level sembilan," katanya.
Menurut dia, pemerintah akan mengembangkan tiga jenis mobil listrik yaitu mobil minibus untuk angkutan umum, mobil untuk angkutan barang dan mobil dalam kota (city car), dengan prioritas pertama pengembangan city car.
"City car relatif lebih gampang, bus sudah terbukti prototipenya hanya memang sistem baterainya yang belum andal, jadi kalau dia naik ke puncak baterainya cepat habis. Ini yang harus kita pikirkan," ujar Hatta. jk