menu.jpg
 
Yang STW, Harganya Miring dan Masih Bisa Ditawar

Selain Kalimantan Massage, masih banyak lagi panti pijat plus-plus di kompleks ruko Darmo Park ini. Sebut saja, Amor Massage dan Ina Massage. Meski terlihat menggiurkan dengan iming-iming seks yang hebat, tamu yang berniat mesum di sini harus pandai memilih. Sebab, tak semua pemijat plus di sini muda, cantik dan seksi.

Kawasan Darmo Park ini bisa disebut sebagai kawasan yang sudah sejak lama menyediakan layanan pijat plus-plus di Surabaya. Nah, saking lamanya, tak sedikit wanita pemijat yang sudah mulai beranjak tua. Mereka umumnya adalah pemijat senior yang sudah lama bekerja di sana dan belum berganti profesi hingga saat ini. Dengan embel-embel seks sebagai menu utama usai pijat, tentu saja, penampilan mereka tak lagi menjual. Apalagi, harus diakui, kemampuan memijat mereka juga tak seberapa. Karena, pada dasarnya mereka memang sengaja menjual layanan syahwat.

Namun meski sudah mulai keriput, para pemijat STW (setengah tua) ini tetap saja berpakaian seronok dan make up tebal. Bahkan, ada beberapa dari mereka yang body-nya sudah gembrot.

Mereka sadar, kalau semakin tua maka pelanggan pun kian jarang. Untuk menyiasati agar dapur tetap mengepul, mereka biasanya lebih sering nampang di luar panti mereka. Bahkan di siang hari, mereka juga tak ragu menampakkan diri. Pendek kata, mereka diobral. Karena diobral, harga pun miring. Mereka juga lebih genit dan agresif ketika ada pria yang melintas di depan mereka. Dan umumnya, orang-orang yang sehari-hari beraktivitas di sana, seperti para penjual makanan, sudah biasa dengan tingkah pola mereka.

Sini mas, gak pijet ta? Ayo, tak jamin merem melek, awak enak kabeh (Sini mas, mau pijat ta? Ayo, aku jamin merem melek, badan enak semua,red), rayu salah satu pemijat, sebut saja bernama Rina, yang berusia 40-an kepada Surabaya Pagi yang kebetulan melintas di sana.
Saat ditanya, apa mau memberi layanan plus-plus, Rina dengan polos mengiyakan dengan tak lupa mempromosikan layanannya. Wah, kalau sama saya, wis ta, pasti senang. Njaluk opo ae tak turuti, gak enak duwek mbalik (minta apa aja aku turuti. Kalau gak enak, uang kembali,red), seloroh wanita yang sudah terlihat keriput di wajahnya itu sambil tertawa nakal. Asal tahu saja, ketika menawarkan jasanya seperti ini, tangan Rina sudah mulai bergerilya ke badan dengan sesekali memijit-mijit. Nah, enak kan pijatan saya, tegas perempuan ber-make up tebal ini.

Layanan pemijat senior ini, harganya juga tak semahal yang masih muda dan bisa ditawar. Apalagi kalau mereka sedang sepi tamu.Wis, kene satu seket ae, ojo ngenyang maneh (Udah sini, Rp 150 ribu aja, jangan ditawar lagi ya!.red), bujuk rayu Rina yang masih terlihat bahenol ini.

Dengan Rp 150 ribu ini, Rina sudah memberikan layanan plus-plus. Meski di saat tawar menawar belum ia jelaskan layanan apa itu. Yang jelas, ia menjamin tamunya lega dan nafsu seksnya tersalurkan. Masuk kamar dulu, pokoke tak jamin puas sampai lemes maneh (masuk kamar dulu, pokoknya aku jamin puas sampai lemas lagi,red), tukas Rina yang mengaku sudah belasan tahun berprofesi sebagai pemijat plus-plus. n

Berita lainnya
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
10 Tahun Jadi Lesbi, Kini Nani Dij...
Diperlakukan Kasar, Vicky Jadi Les...
Ada Lesbi yang Rela Gaet Pria untu...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  51