•   Minggu, 8 Desember 2019
SGML

Gelora Joko Samudro Lagi, Harun Tohir Dilewati

( words)
Plafon dan dinding kaca GJS mulai ambruk. Padahal stadion ini belum dipakai untuk turnamen sepak bola. (SP/MIS)


SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Ancaman dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Gresik bakal mencoret usulan anggaran Gelora Joko Samudro (GJS) dalam APBD tahun 2018, rupanya hanya sebatas gertak sambel.
Pasalnya, dari usulan tim anggaran eksekutif senilai Rp 21 miliar, telah disetujui dewan senilai Rp 11 miliar. Kendati terjadi pemangkasan dengan jumlah besar, namun konsistensi dewan yang sejak awal menolak penganggaran GJS dalam APBD Pemkab Gresik 2018 tersebut, rapuh.
Seperti diketahui, sejak pembahasan RAPBD 2018 bergulir di meja dewan, sejak itupula rencana pemboikotan anggaran GJS ini bergulir dan menjadi isu panas ditingkat elit politikus yang duduk di parlemen Kota Pudak.
Ketua Fraksi PAN DPRD Gresik Faqih Usman sebelumnya pernah mengemukakan bahwa usulan anggaran GJS di RAPBD 2018 bakal dicoret dan tidak dianggarkan di APBD. Alasannya, pertama bahwa GJS ini tidak termasuk proyek mendesak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Gresik. Kedua, bahwa kondisi GJS saat ini sudah bisa dipakai sehingga tak perlu lagi diberi anggaran.
"Usulan anggaran GJS ini kita akan coret dalam APBD 2018. Karena setelah ditanya pihak Dispora Gresik, mereka bilang GJS ini sudah bisa digunakan. Nah, kalau sudah bisa digunakan buat apa lagi kita kasih anggaran," ucap Faqih Usman saat itu (Masa-masa pembahasan RAPBD 2018 sedang berjalan, red).
Nah, wakil rakyat lainnya juga mengakui hal serupa yang dikemukakan oleh Ketua Fraksi PAN ini. Intinya, jika melihat dari jumlah wakil rakyat yang ngotot menolak penganggaran GJS dalam APBD 2018, di atas kertas bisa dipastikan usulan eksekutif terkait anggaran GJS tersebut, jelas nihil.
Namun seiring perjalanan waktu, palu pengesahan RAPBD 2018 menjadi APBD dewan diketuk, anggaran GJS nyatanya muncul. Walaupun nilainya lebih kecil dari usulan awal. Pertanyaannya, ada apa? Para wakil rakyat yang semula ngotot menolak dengan alasan proyek GJS ini tidak mendesak dan tidak bisa dinikmati semua masyarakat, justru berubah haluan dan meloloskan anggaran mega proyek di Gunung Lengis itu.
Bicara soal proyek fisik yang mestinya mendesak untuk segera dimendapat perhatian dewan dan eksekutif ialah Jalan Harun Tohir. Tapi faktanya, anggaran perbaikan jalan ini, lagi-lagu tidak masuk dalam APBD 2018. Sama pada APBD 2017, juga tidak dialokasikan alasan keterbatasan anggaran. Padahal, kondisi jalan ini, rusak parah. Warga yang tinggal di sepanjang jalan milik Pemkab Gresik ini, setiap harinya berjibaku dengan debu saat panas dan jalan becek licin saat hujan tiba.

Berita Populer