•   Kamis, 20 Februari 2020
Peristiwa Internasional

13 Tahun Berbohong, Dua Penyiar TV Pemerintah Iran Mundur

( words)
Ilustrasi


SURABAYAPAGI.COM, -Dua presenter TV Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) pemerintah Iran mengundurkan diri dari pekerjaan setelah insiden rudal menghantam pesawat komersial Ukraina hingga menewaskan seluruh penumpang.


Salah satu dari presenter itu mengaku telah menyampaikan kebohongan selama 13 tahun. Mereka mengungkapkan pengunduran itu lewat unggahan di akun media sosial.

Hal serupa disampaikan penyiar Zahra Khatami. Dia mengaku akan berhenti bekerja di IRIB. "Terima kasih telah menerima saya sebagai penyiar hingga hari ini. Saya tidak akan pernah kembali ke TV. Maafkan saya."

Tak hanya mereka berdua, jurnalis lain, Saba Rad menyatakan keinginan untuk mundur dari media. Lewat media sosial dia mengucapkan terima kasih atas dukungan terhadap kariernya selama bertahun-tahun.


Pengunduran diri para wartawan itu dilaporkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah. Iran awalnya sempat mengelak telah menembak jatuh pesawat komersial Ukraina.


Pesawat Boeing 737 maskapai Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 yang membawa 176 orang jatuh di pinggiran Teheran, pada 8 Januari lalu.


Militer Iran baru mengakui salah sasaran tiga hari setelah kejadian. Bahkan, dilaporkan sempat ada upaya untuk menutupi kejadian tersebut.


Presiden Hassan Rouhani mengakui kesalahan angkatan bersenjata Iran tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina sehingga menewaskan seluruh penumpang dan awak.


Jurnalis media pemerintahPress TV, Ghanbar Naderi mengatakan kebohongan pemerintah soal penembakan pesawat telah membuat kepercayaan publik hilang.


"Jika IRGC (Korps Garda Revolusi Iran) menembak jatuh pesawat sipil, saya tidak punya pilihan selain mengutuknya," kata Ghanbar Naderi kepadaBBC Radio Today.


Asosiasi Jurnalis Iran yang berbasis di Teheran mengatakan kebohongan pemerintah juga telah mengikis kredibilitas media yang memberitakan.


"Berbohong paling parah ketika kita membohongi diri kita sendiri; dan pegawai televisi pemerintah Iran mengakui bahwa kredibilitas mereka telah hilang," kata asosiasi jurnalis itu.


Menurut mereka, kejadian ini membuat publik tidak lagi percaya dengan data resmi. Bahkan sejumlah surat kabar Iran marah karena merasa pembaca mereka beralih ke media asing untuk mencari tahu informasi tentang kecelakaan itu.

Berita Populer