SURABAYAPAGI.com | Surabaya~ Meski baru terbentuk Mei lalu, aktivitas karang taruna kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, patut mendapat apresiasi. Aktivitas itu dikembangkan tujuh pemuda, yang kini giat mengembangkan potensi kesenian yang dimiliki anak-anak. 

Salah satunya terlihat saat karang taruna mengadakan kegiatan jalan sehat memperingati Isra Miraj, sekaligus peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 724, Minggu (21/5/2017).

Mereka mendorong anak-anak di Kelurahan Simolawang untuk menampilkan potensi kesenian yang mereka miliki.

 

"Potensi kesenian di sini tidak hanya satu, tetapi beberapa. Andalannya, kesenian musik patrol dan seni tari tradisional dan tari India," ucap Rizal Maulana Efendi (24), Ketua Karang Taruna Kelurahan Simolawang.

Menurutnya, musik patrol memang identik dengan musik jalanan. Akan tetapi, bukan berarti musik ini hanya cocok dinikmati kalangan ekonomi bawah. Namun bisa juga dinikmati masyarakat kalangan ekonomi menengah atas.

"Kelompok musik patrol kami bernama, Semanggi. Sudah terbiasa tampil di beberapa kesempatan karena diundang," ulasnya.

Seperti di BG Junction, di Unair dan di acara kampung. Modal memainkan musik patrol tidak mahal. Anak-anak kampung Simolawang berkreasi membuat alat musik yang bisa menghasilkan harmoni musik.

Alat musik itu dibuat dari drum plastik, pipa kaleng bekas dan juga ada angklung. Semua alat itu mereka buat sendiri sebagai properti pementasan.

Uniknya, tim Patrol Semanggi dari Kelurahan Simolawang ini, hanya menampilkan lagu-lagu daerah. Seperti lagi Suroboyo, Rek Ayo Rek Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan, dan Gambang Suling.

"Sebab mereka ingin menyampaikan pesan melestarikan musik dan lagu tradisional," ucap Rizal.

Tidak hanya musik tradisional Surabaya saja yang dimainkan, melainkan juga dari daerah lain.

Andalan lain, kesenian tari India. Beda dengan musik patrol yang banyak dimainkan usia remaja. Anak anak yang aktif dan gemar seni tari, anak-anak SD hingga SMP.

 

Karang taruna memasukkan program dukungan potensi kesenian anak-anak di Simolawang untuk masuk program prioritas.

"Kami akan mendatangkan pelatih yang memang andal di bidang kesenian. Agar tak hanya main-main. Tapi menjadi keahlian yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka," paparnya.

Nur Ahmad (24), anggota musik Patrol Semanggi mengatakan, ia dan lima teman lainnya berlatih setiap sore. Tidak hanya, ketika akan ada pementasan.

"Setiap hari Latihan bersama. Karena untuk menciptakan paduan musik dengan alat musik yang kami ciptakan sendiri itu, tidak mudah," ulasnya..

Ketua Karang Taruna Kecamatan Simokerto, Pudji Nur Diansyah (25), mengatakan, program karang taruna Kelurahan Simolawang sejalan dengan program karang taruna kecamatan tentang pengembangan potensi kesenian.

"Di kecamatan, ada bidang khusus rekreasi olahraga dan kesenian. Selain dua potensi itu, kami juga punya tim barongsai. Terdiri 20 orang dalam satu tim, mereka berlatih di Klenteng Bien Bio," kata Pudji. CR/bebisntya (srya/bebisntya)