Kantor PDAM Kota Pasuruan di Jalan Wironini didatangai ibu-ibu. (SP/DIR)

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Kantor PDAM kota Pasuruan diluruk puluhan ibu-ibu, Jumat (12/01/2018). Puluhan ibu-ibu yang mewakili warga Perumahan Kebonagung Emas dan Perumahan Mutiara Keluarga,Kelurahan Tambakyu dan, Kota Pasuruan, memprotes pelayanan PDAM yang dianggap tidak profesional. Puncak kemarahan warga, karena air PDAM yang berkentor di Jl Wironini ini sudah 5 hari ini mati tanpa ada pemberitahuan.

"Sudah lima hari ini kami mandi dan masak menggunakan air isi ulang. Air isi ulang kami beli dengan harga Rp 4 ribu/galon. Setiap hari kami menghabiskan tidak kurang lima galon. Jadi, bisa dihitung berapa kerugian kami," teriak Riska, salah satu warga Mutiara Keluarga.

Sebelum lima hari terakhir, air PDAM sudah berkali-kali tidak keluar. Tapi selama itu warga diam saja. Pasalnya, air tidak mengalir hanya satu hari saja. Esoknya kembali mengalir. Hal yang sama juga terjadi di hamper seluruh pelanggan PDAM di kawasan Kota Pasuruan. Mulai dari Kecamatan Bugul Kidul, Panggungrejo, Purworejo dan Gadingrejo.

Tidak jelas dan tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak PDAM soal tidak mengalirnya air tersebut. Warga yang datang ke Kantor PDAM tidak pernah mendapat jawaban yang benar. Selalu jawabannya ada perbaikan istalasi. “Lha ya, perbaikan instalasi kan ada batasnya. Masak perbaikan seakan tidak pernah selesai. Mau diperbaiki model apa, sampean tahu sendiri bagaimana sih kualiatas PDAM Kota selama ini,” sahut Ny. Asri dengan nada kesal.

Ibu-ibu wakil dari warga dua perumahan ini, diterima oleh Kabag Hubungan Pelanggan, Selamet. Menurut Selamet, PDAM berjanji akan segera memasok air di kedua perumahan tersebut secepatnya. PDAM akan menggunakan  pompa yang ada di PDAM untuk memasok air. Mampetnya pasokan air PDAM menurut Slamet, akibat kebocoran pipa di Desa Tenggilis, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. “Saat ini sedang dalam proses perbaikan,” kata Slamet.

Sementara itu, Direktur PDAM Kota Pasuruan, Robert Balbut ketika akan diwawancarai oleh beberapa awak media, bersembunyi. Tiap kali ditemui wartawan selalu tidak ada di kantornya. Menurut salah satu stafnya, Robert memang tidak pernah mau ditemui wartawan. “Makanya kalau dicari wartawan dia (Robert) sembunyi,” kata seorang stafnya. dir