Gubernur Jatim Pakde Karwo. Foto: SP/Robert

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jelang Pilgub Jatim 2018, Gubernur Jatim Soekarwo berharap penggantinya kelak memiliki program kerja yang pro rakyat, karakter kepemimpinan yang visioner. Pasalnya, hal-hal tersebut akan menjadi faktor penentu kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Lebih lanjut, menurut pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu, Gubernur Jatim yang baru kelak juga harus memperhatikan beberapa poin permasalahan dalam menyejahterakan rakyat Jatim. "Penduduk Jatim di tahun 2018 itu 39,8 juta. Penduduk seperti itu memiliki derajat pendidikan formal untuk vokasional yang harus diseimbangkan," bebernya.

"Penyaluran ke pasar tenaga kerja juga harus diperhatikan. Ini hasil kerja sama dengan BPS yang kami sodorkan kepada kepemimpinan selanjutnya," tambah pria yang khas dengan kumisnya tersebut.

Selain itu, Pakde Karwo juga berharap bahwa Gubernur Jatim terpilih nanti harus sudah siap menyusun program kerja berdasarkan hitungan titik nol pemerintahan baru di tanggal 12 Februari 2019. Beberapa poin yang menurutnya harus diperhatikan adalah tabulasi permasalahan disparitas antar wilayah dan disparitas antar penduduk.

"Analisa buruh dengan ring juga tidak boleh lupa. Harus ada skenario industri sehingga tidak terpusat di ring 1 (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan). Industri dan perburuhan bisa menyebar ke tempat lain yang ongkos produksinya bisa ditekan, tapi syaratnya kereta api doble track dan tolnya sudah jadi. Industri pengolahan jadi prioritas utama," kata pria yang juga khas dengan kacamata bulatnya tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Pakde Karwo juga mengatakan bahwa pemimpin selanjutnya harus bisa memetakan serta memisahkan antara penduduk miskin struktural dan miskin kultural. "Karena miskin kultural itu tidak bisa dibantu melalui kebijakan wajib, tapi bisa lewat bansos. Kalau miskin struktural itu menjadi kewajiban pemerintah, seperti penggusuran PKL maka harus dicarikan tempat yang strategis sebagai relokasi," jelasnya.

Isu lingkungan juga dipandang Gubernur Jawa Timur dua periode tersebut menjadi sangat penting. "Ini karena menyangkut usia harapan hidup dan udara yang bersih," pungkasnya. ifw