ilustrasi mangrove

SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Realisasi pembuatan Kebun Raya Mangrove di Surabaya bakal segera disiapkan oleh Pemerintah Kota.

Bekerja sama dengan Kementerian PU Perumahan Rakyat, lahan di Surabaya akan segera disiapkan.

Wilayah yang akan dijadikan sebagai kebun raya bukan lokasi wisata mangrove di Wonorejo, melainkan di ujung Gunung Anyar.

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, luas kebun raya mangrove yang akan dibangun adalah 200 hektar.

Akan tetapi saat ini Pemkot baru siap sebanyak 50 hektar lahan saja. Oleh sebab itu, tahun ini Pemkot akan memulai untuk pembebasan lahan untuk penyediaan lahan untuk kebun raya.

"Sebenarnya tanah kita ada di Gunung Anyar. Akan tetapi lahan punya kita itu tidak yang luas lalu mengelompok. Tapi mencar-mencar," ucap Risma, saat diwawancari di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2018).

Oleh sebab itu Pemkot akan melakukan pengadaan tanah dengan membebaskan lahan milik warga yang ada di wilayah perencanaan pembangunan kebun raya tersebut.

Lebih lanjut, disampaikan oleh Risma, kawasan kebun raya ini akan beda dengan wisata mangrove yang saat ini sudah ada.

Sebagaimana konsep kebun raya, di kawasan tersebut akan banyak fungsi edukasi dan keilmuannya.

"Kalau yang wisata ya wisata, kalau kebun raya ini akan banyak mengambil fungsi sainsnya. Ini akan jadi yang pertama, karena di Indonesia belum ada," ucap Risma.

Pembangunan kebun raya mangrove ini tidak akan murni menggunakan APBD, melainkan akan sebagain besar dibanun dengan menggunakan APBN.

Perencanaan kebun ray aini akan dibantu mengerjaan dari Kementerian PU, akan tetapi untuk penyiapan di lokasi akan dikerjakan oleh Pemkot Surabaya mulai tahun ini termasuk pembebasannya.

Menurut Risma, pengembangan wilayah mangrove ini dikarenakan beberapa alasan.

Yang pertama karena adanya kebutuhan melindungi Kota Surabaya dari rob. lantaran kawasan pesisir perlu dijaga dengan sabuk alami berupa hutan mangove.

"Nanti mangrovenya akan kita tata. Kalau sekarangg kami nanamnya asal tancap saja, kami akan menatta lebih dengan menggunakan penataan juga," katanya.

Jika dilihat antusiasme kebun raya sebagai wisata, Risma optimis akan banyak yang berminat mengunjungi.

Selain lantaran ini akan jadi yang pertama di Indonesia, antusiasme warga untuk mengunjungi wisata edukasi mangrove juga sangat besar.

"Seperti kemarin saat liburan tahun baru, di wisata mangrove itu banyak sekali, sampai 1500 orang, anak-anak takut kalau banyak orang yang masuk di jogging track, sampai ada waktu batasan jadi masuknya gantian," kata Risma.

Di sisi lain Kepala Dinas Kehatanan Pangan dan Pertanian Djoestamadji mengatakan kebun raya ini juga akan menggandeng sejumlah instansi perguruan tinggi dan instansi yang lain, termasuk LIPI.

"Wilayahnya nanti di Rungkut dan Gunung Anyar, tahap awal akan dipakai seluas 40 hektar, tapi untuk jangka panjangnya sekitar 188 hektar," kata Djoestamdji.

Fungsi kebun raya ini akan lebih pada penelitian, pendidikan dan wisata.

Nantinya LIPI juga akan elakukan pendampingan dan identifikasi dan zonasi mangrove yang ditanam di kebun raya.