SURABAYAPAGI.com, Texas - Seorang terpidana pembunuhan di Texas, Amerika Serikat menjadi tahanan pertama yang dieksekusi di AS pada tahun 2018 ini.

Anthony Shore dieksekusi mati pada Kamis (18/1) waktu setempat atas pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan tiga anak perempuan dan seorang perempuan muda di Houston pada tahun 1980-an dan 1990-an. Korbannya yang tertua berumur 21 tahun, dan yang termuda berumur 9 tahun. Shore membunuh keempat korbannya dengan mencekik mereka.

Sebelum disuntik mati, Shore meminta maaf atas kejahatannya.

"Tak ada kata-kata yang bisa membatalkan apa yang telah saya lakukan. Untuk keluarga korban-korban saya, saya harap bisa membatalkan masa lalu itu," ujarnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/1/2018).

Shore juga menjawab spekulasi yang beredar selama ini mengenai adanya korban-korban lain yang tidak diketahui. Dikatakannya, dia "akan mati dengan hati nurani yang bersih" dan bahwa tak ada korban lainnya.

Shore dinyatakan meninggal pada Kamis pukul 18.28 waktu setempat. Pria berumur 55 tahun itu menjadi tahanan pertama yang dieksekusi mati di AS tahun ini.

Menurut kelompok Pusat Informasi Hukuman Mati, tahun lalu, 23 orang dieksekusi mati di delapan negara bagian AS -- nyaris menjadi angka terendah sepanjang sejarah. Di tahun 2017 tersebut, sebanyak 39 orang dijatuhi vonis mati.

Shore ditangkap pada tahun 2003 setelah polisi mencocokkan DNA yang ditemukan pada jasad salah satu korbannya, Maria Del Carmen Estrada (21), dengan sampel yang diberikannya setelah didakwa melecehkan dua putrinya. Shore pun mengakui kejahatannya dan meminta dihukum mati.

CR/beb (dtk)