Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Mantab Praja Semeru 2018 di Hotel Whyndam. (SP/FIRMAN)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyambut pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia dan Jawa Timur khususnya, Polda Jawa Timur mengaku siap mengawal dan mengamankan jalannya pesta demokrasi lima tahunan itu.

Bukti kesiapan itu ditunjukkan dengan mengawali pembukaan rapat koordinasi mantab praja semeru 2018 yang dilaksanakan di ball room hotel Whyndam, Senin (22/1/2018) pagi.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengumpulkan seluruh polres jajaran dan perwakilan dari KPU serta Bawaslu Jawa Timur untuk menggelar rapat koordinasi menjelang pilkada nanti.

Machfud menjelaskan jika sampai saat ini, Jawa Timur sudah sangat siap untuk menghadapi Pilkada 2018 ini.

"Alhamdulillah hari ini kami telah melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, terutama KPU dan Bawaslu Jatim," ujar Machfud, Senin (22/1/2018) kepada wartawan.

Selain itu, Machfud menyebut tiga hal yang menjadi indikator suksesnya Pilkada di Jatim itu khususnya.

" pertama, partisipasi dari peserta pemilu itu sangat tinggi, sambutan bahagia dari masyarakat terhadap Pilkada Jatim, hingga tidak ada ketakutan beramai-ramai menuju ke TPS dalam Pilkada Jatim 2018. Kedua, Semua tahapan berlangsung dengan lancar.

Terakhir, tidak adanya pelanggaran yang tinggi, kendati terdapat sedikit pelanggaran pun dirasa Machfud hal itu adalah tolak ukur keberhasilan daripada Pilkada 2018 Jatim, dan kami berupaya menjaga kelancaran hal-hal tersebut," sebut perwira tinggi itu.

Disinggung terkait optimalisasi tim cyber crime menjelang hingga jalannya Pilkada, Machfud optimis jika timnya sudah bekerja dengan baik.

"Untuk optimalisasi Tim Cyber Crime, Mabes Polri sudah membuat banyak tim, baik terpusat maupun di daerah, kami pastikan semua bekerja dengan baik," tambah Machfud.

Meski demikian lulusan Akabri 1986 itu menyebut di Jawa Timur belum terlihat adanya indikasi kegiatan yang mengarah kepada tindak pidana.

"Mekasnismenya, kami memantau, bekerjasama dengan tim Gakkum dari Bawaslu. Kemudian penindakan harus dari gakkum dulu, kalau dirasa ada ranah pidana baru kami yang menindak lanjuti, untuk Jatim ya masih dingin-dingin saja kok," kata Machfud sambil bergelak tawa.

Dalam kegiatan itu, Polda Jatim kedatangan tamu kehormatan, yakni Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

Ari juga mengamini apa yang telah disampaikan oleh Kapolda Jatim.

"Jawa Timur relatif kondusif memasuki masa Pilkada Jatim 2018. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Kapolda Jatim, jadi tahapan awal sebelum masuk ke tahapan Pemilu, Polda Jatim sudah melaksanakan kegiatan pendahuluan," kata Ari saat diwawancarai wartawan.

Dalam rangkaian giat Matab Praja Semeru 2018, Polda Jatim dan KPU maupun Bawaslu telah membentuk tim penegakkan hukum. Namun memang sampai saat ini belum ada yang mengarah pada penindakan pelanggaran.

"Ya pelanggaran Pemilu belum ada di Jatim, seperti sekarang ini misalnya, adalah suatu bentuk kesepakatan dari bentuk prevensif," lanjutnya

Tak hanya itu, Ari yang juga ketua Satgas Tim Cyber Crime dan Satgas Moner Politic mengatakan jika satgas tersebut sudah bekerja menjelang Pilkada 2018. Satgas-satgas tersebut dibentuk terpusat dan masuk hingga ke daerah-daerah. Bahkan, satgas tersebut telah terbentuk sedari awal sebelum gencar pemberitaan tentang Pilkada 2018.

"Itu dilakukan untuk mengantisipasi sejumlah kejadian di dalam dunia maya yang memungkinkan pula dapat dijadikan black campain (kampanye hitam). Jadi kami publish, Bapak Kapolri juga sudah menyampaikan ada Satgas money Politik dan Satgas Saber crime, ini adalah dalam langkah prevensif Polri," imbuh perwira tinggi berbintang tiga di pundak itu.

Terkait Tim Satgas Money Politik, Ari mengatakan akan menindak setiap tindak pidana yang terkait dengan pasal politik.

Tak hanya itu, jika terdapat sejumlah hal yang mengandung SARA, Adu Domba, hingga Black Campain dalam Pilkada itu sendiri, maka dalam proses penegakan hukum pun diberlakukan.

"Alhamdulillah sudah diumumkan, berarti orang kan sudah takut ya untuk melanggar, tapi selama ini masih belum ada yang ditindak," tegasnya.

Dalam kegiatan rapat koordinasi Mantab Praja Semeru 2018 itu, Polri, TNI, Pemerintah Provinsi, KPU dan Bawaslu menandatangani akta kesepahaman dan menjalankan mekanisme pengamanan pemilu di Jatim agar berlangsung secara aman dan kondusif.fir