National Hospital Surabaya.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya -  Pasca viralnya tayangan video di media sosial yang memperlihatkan seorang pasien marah lantaran telah dilecehkan oleh perawatnya,Kamis, (25/1/2018) Polda Jatim pun segera melakukan penyelidikan.

Aksi bejat seorang perawat pria itu diketahui terjadi di sebuah kamar perawatan milik National Hospital Surabaya. Hal itu dilakukan si pria yang  berinisial W seorang diri, setelah membius pasien tersebut.

Dalam video berdurasi 52 detik itu, terlihat korban menangis dan menuturkan bagaimana perawat tersebut menyentuh bahkan memutar dua hingga tiga kali area sensitifnya.

Pasca hal itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan video itu telah dipantau pihaknya.

Barung mengatakan pihaknya menyikapi hal itu dengan mengharapkan adanya pelaporan yang di tunggu dari pihak korban.

"Dalam kasus ini, polisi tidak hanya menerima laporan, tapi juga telah melakukan penyelidikan," tegasnya.

Barung menambahkan, pada Kamis (25/1/2018) pagi sekitar pukul 08.45 WIB, Subdit V Renakta AKBP Rama Ditreskrimum Polda Jatim beserta anggotanya telah menuju ke Nasional Hospital untuk pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket).

"Sudah ada tim dari Renakta Krimum Polda Jatim yang terjun melihat kondisi lapangan. Kami juga mrlakukan penyelidikan atas kasus tersebut," imbuh Barung.

Pamen tiga melati itu juga, menyarankan pada korban atau pasien tersebut untuk segera melakukan laporan polisi (LP) melalui SPKT.

"Kami sarankan korban untuk segera.membuat laporan ke polisi, biar prosesnya kebih ceoat. Namun meskipun tidak ada laporan kami tetap melakukan penyelidikan kok," tandas Barung.

Terkait sanksi khusus untuk rumah sakit atau perawat, Barung menegaskan hal itu adalah kewenangan dari rumah sakit.

"Polda Jatim hanya menegakan hukum terkait pelecehan seksual itu, kalau sanksi pada  perawat itu tergantung pihak rumah sakitnya," tutupnya.fir