Presiden Joko Widodo hadiri peringatan Hari Republik India ke-69 bersama PM Narendra Modi

Perdana Menteri India Narendra Modi bersama 10 pemimpin negara ASEAN berkumpul di Rajpath, New Delhi. Modi bersama juga dengan Presiden Jokowi melihat parade yang disuguhkan dari berbagai lapisan pemerintahan India. NEW DELHI, M. Burhanudin.

India merayakan Hari Republik ke-69. Pada tahun ini perayaan dihadiri oleh tamu spesial, yakni 10 kepala negara anggota ASEAN termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Para pemimpin yang mengenakan syal khas India, duduk di panggung sepanjang sekitar 30 meter dan disertai kaca anti peluru. NDTV pada Jumat 26 Januari 2018 menyebutkan, “Kehadiran dari 10 pemimpin negara ASEAN ini menegaskan peningkatan kebijakan India dari hanya mendekati negara-negara di wilayah Timur India menjadi memperkuat hubungan tersebut".

Sementara Indian Express menyebutkan kehadiran pemimpin ASEAN ini datang disaat upaya Tiongkok untuk memperluas pengaruh di kawasan. Tetapi yang jelas, kehadiran 10 pemimpin ASEAN ini bertepatan dengan peringatan 25 tahun hubungan ASEAN dan India.

"Kehadiran para pemimpin negara anggota ASEAN ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menunjukkan pula postur India di kawasan Asia Tenggara, saat Tiongkok berupaya memperluas pengaruhnya," sebut Indian Express.

Pemimpin negara ASEAN yang hadir dalam perayaan ini antara lain, Konsuler Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-Cha.

Hadir pula Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bersama dengan Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.
Indonesia sendiri memiliki kepentingan untuk memaparkan konsep Indo-Pasifik dalam kunjungan kali ini. Tak hanya saat pertemuan bilateral dengan India, Presiden Jokowi juga menjelaskannya saat Konferensi Tingkat Tinggi India-ASEAN.

"Presiden secara konsisten menyampaikan pesan perkembangan kawasan Indo-Pasifik," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi, lewat video dari Kementerian Luar Negeri yang diterima Medcom.id.

"Ada beberapa prinsip yang disampaikan presiden, antara lain keterbukaan, inklusif, semangat kerja sama dan menghormati hukum internasional," imbuhnya.

Menlu Retno menjelaskan prinsip tersebut rupanya juga menjadi prinsip yang diyakini India. Karenanya, dalam kesempatan bilateral dengan Indonesia, Perdana Menteri India Narendra Modi meminta menteri luar negeri dua negara duduk kembali bersama membahas masalah tersebut.

"PM Modi mengatakan ada baiknya kedua menteri luar negeri kembali duduk untuk compare notes mengenai konsep Indo-Pasifik ini," tuturnya.

Indo-Pasifik menjadi salah satu agenda penguatan politik luar negeri Indonesia di tahun 2018. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan pers tahunan pertamanya di Gedung Kemenlu beberapa waktu lalu. 01