Suasana kegiatan pengasuhan di TPA Terpadu Unair. (Foto: Dokumen Unair)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperingtati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga meresmikan TPA Terpadu. Fasilitas publik tersebut terletak di Jl. Wisma Permai Tengah 1 Blok AA-25, Mulyorejo-Surabaya.

TPA Terpadu ini diresmikan langsung oleh Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Unair Prof. Dr. Jusuf Irianto. Ia menyambut baik pembukaan TPA Terpadu ini. Sebab, pembukaan TPA merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Pembukaan TPA ini dalam rangka Unair mempersiapkan generasi yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan memunculkan generasi positif, tidak hanya bagi Unair tapi juga bagi bangsa kita,” kata Prof Jusuf.

Meski telah resmi dibuka, Prof. Jusuf berharap dukungan semua pihak dalam rangka menjamin keberlangsungan TPA Terpadu tersebut. Karena lokasi yang hingga saat ini belum tetap, Prof. Jusuf berharap ke depan ada kebijakan universitas agar TPA Terpadu nantinya memiliki lokasi menetap, seperti halnya TPA Kampus B Unair yang dikelola oleh Fakultas Psikologi.

“Secara lokasi sudah cukup memadai. Tapi alangkah baiknya Unair punya kebijakan penetapan lokasi TPA ini, seperti halnya yang ada di kampus B,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Ernawaty selaku ketua tim pembentukan TPA mengatakan, pendirian TPA ini adalah bagian dari upayanya dan dosen di Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) dalam melakukan pengabdian masyarakat. Selain Erna, penggagas lain berdirinya TPA Terpadu ini adalah Ratna Dwi Wulandari dan Nuzulul Kusuma Putri

“Ini salah satu kewajiban dosen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sebab banyak orang tua, khususnya di kampus C ini, yang bingung menitipkan anaknya,” ujar Ernawati.

Erna mengatakan, hingga kini, sudah ada 10 orang tua yang telah mendaftarkan anaknya untuk dititipkan di TPA Terpadu Kampus C. Sebagian besar dari mereka adalah orang tua yang bekerja di lingkungan Unair, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun karyawan di Rumak Sakit Unair (RSUA).

Triyani Purnamawati Nasih selaku Ketua Dharma Wanita berharap, pembukaan TPA ini dapat menambah fasilitas bagi orang tua yang kesulitan mencari penitipan anak untuk buah hatinya.

“Sebagaimana niatan awal, pembukaan TPA terpadu adalah untuk menitipkan anak para karyawan dan dosen yang ada di kampus C. Ini bisa memberikan tambahan fasilitas bagi mereka. Semoga ke depan diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dari Allah,” ucapnya.ifw