Tim gabungan saat melakukan inspeksi mendadak pada setiap warga Binaan Lapas Klas IIA Jember. (SP/ANDIK)

SURABAYAPAGI.com, Jember - Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak pada setiap warga Binaan Lapas Klas IIA Jember dan ruangan kamar tidur. Hal ini sebagai bentuk antisipasi beredarnya obat terlarang di lapas Klas IIA Jember. Tim Gabungan terdiri dari Polres Jember dan Badan Nasional Narkotika Kabupaten serta Satgas Korwil Besuki, serta petugas Lembaga Pemasyarakatan Jember.

Petugas langsung memeriksa semua narapidana dan tempat tidur untuk mencari barang berbahaya yang dilarang keberadaanya di dalam lapas seperti korek api, sabuk dan benda tajam (sendok-gunting), utama nya narkoba dan okerbaya.

Dilakukannya pemeriksaan terhadap penghuni warga Binaan ini, sebagai bentuk anstisipasi adanya penyebaran barang haram tersebut di dalam penjara.

"Maraknya penyebaran barang obat berbahaya di lapas seperti kejadian sebelumnya, yang telah ditemukan obat keras berbahaya sekitar dua ribu butir oleh petugas," ungkap Kompol Muhammad Lutfi Kabag Ops Polres Jember.

Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan Kanwil Jawa Timur Giri Purbadi dalam kesempatan ini menjelaskan, adanya kejadian seperti ini tidak lain karena kapasitas yang berlebih.

"Hampir seluruh penghuni Warga Binaan melebihi kapasitas di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Jawa Timur, menjadi salah satu penyebab adanya kesempatan tindakkan menyalahi aturan yang dilakukan warga Binaan," ungkap Giri Purbadi.

"Meski demikian, untuk memastikan obat berbahaya tersebut sudah beredar atau belum, kekalang lapas itu sendiri, maka diadakan Sidak gabungan," tutur Giri Purbadi.

Kalapas Klas IIA Jember Sarju Wibowo menerangkan, sidak ini sekaligus membuktikan jika lapas Jember memang terbebas dari narkoba dan okerbaya.

"Dalam oprasi ini untuk membuktikan bahwa lapas Jember tetap bebas Narkoba dan Okerbaya, terbukti dari tim gabungan hanya menemukan korek api, sabuk, dan gunting serta alat tato, yang kami amankan," tutup Sarju Wibowo. (ndik)