SURABAYAPAGI.com, SURABAYA - Delapan perempuan asal Bandung hanya tertunduk saat digiring polisi ke Polrestabes Surabaya.

Mereka menjadi korban perdagangan perempuan oleh empat pemuda yang juga asal Kota Kembang tersebut.

Oleh keempat pelaku, kedelapan perempuan tersebut dijajakan ke pria hidung belang.

Pelaku yakni bernama Furqon (24), Irfan (19), Gugun (26), dan Arsyal (23)

Tersangka membawa korban ke Surabaya pada Kamis (1/2/2018) lalu dan mulai menjajakan korbannya Sabtu (3/2/2018).

Selama di Surabaya, tersangka menjajakan korbannya sebanyak tiga kali ke pria hidung belang.

Untuk menarik minat pria hidung belang melalui akun media sosial, tersangka memposting foto korban yang hanya mengenakan bikini.

"Tersangka telah menawarkan delapan gadis muda melalui media sosial, kemudian tersangka melayani chatting dengan para tamu laki-laki membahas tentang tarif dan tempat eksekusi di hotel mana," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat rilis kasus di Polrestabes Surabaya, Rabu (14/2/2018).

Masing-masing korban memiliki satu akun media sosial yang dioperasikan oleh tersangka.

Dari sanalah timbul kesepakatan harga dan tempat hotel untuk berkencan melakukan hubungan seksual.

Untuk Fantasi Seks

Polrestabes Surabaya kembali mengungkap kasus perdagangan perempuan.

Tujuan para pelaku melakukan hal itu untuk fantasi seks.

Kali ini, komplotan pemuda asal Bandung digerebek di sebuah apartemen kawasan Jalan Manyar Surabaya, Selasa (13/2/2018).

Empat pemuda asal Bandung itu bernama Furqon (24), Irfan (19), Gugun (26), dan Arsyal (23).

Mereka menjajakan delapan perempuan yang juga asal Bandung untuk melayani pria hidung belang di Surabaya.

"Ungkap jaringan tindak pidana orang. Yang menarik dan kami memprihatinkan di sini, dari beberapa korban ini masuk kategori anak-anak," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat rilis kasus di depan Command Center Polrestabes Surabaya, Rabu (14/2/2018).

Kombes Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, kronologi operasi jaringan diketahui komplotan pemuda membawa korbannya dari Bandung dan dijajakan di kawasan Surabaya, Kamis (1/2/2018).

Melalui akun sosial media, tersangka memposting foto syur tubuh korban yang kemudian disepakati tarif dan tempat eksekusi.

Tak tanggung-tanggung, tarif yang dipatok empat tersangka tersebut berkisar Rp 1 juta sekali kencan.

"Tersangka memperoleh 50 persen dari tarif yang disepakati," ujar Rudi Setiawan.

Sementara itu, tersangka Furqon mengaku dirinya telah memperkerjakan perempuan korbannya tersebut melalui media sosial.

"Dia (korban) nge-DM ke saya suruh nyari. Ditanya saya dia bilangnya 18 tahun ke atas," ujarnya sambil tertunduk.

Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan kondom bekas pakai, lima kondom merek Durex, dua tube Vigel, dan delapan handphone.

(cr/trbnws)