Revanius Eka, siswa Kelas 1A SD Muhammadiyah 1 Babat saat mengikuti pelajaran di sekolahnya.

SURABAYAPAGI.com,  Lamongan - Tidak semua siswa di Lamongan bisa bersekolah normal layaknya siswa lainya. Ada siswa di wilayah Kecamatan Babat harus terhenti bersekolah lantaran tidak bisa membayar biaya sekolah,  lantaran bapaknya meninggal dan ibunya merantau yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaanya. 
 
Siswa yang kurang beruntung itu adalah Revanius Eka, siswa Kelas 1A SD Muhammadiyah 1 Babat.Siswa yang baru berumur 8 tahun ini sempat terhenti aktivitas sekolahnya, karena Budhe (saudara ibunya red) Sriati yang meramut Eka selama ini tidak mampu membiayai sekolah Eka. 
 
"Kalau untuk biaya hidup sehari-hari saya mampu untuk meramut keponakan saya ini,  tapi kalau untuk biaya sekolah itu rasanya berat,  apalagi kondisi ekonomi saya seperti ini, "kata Sriati menceritakan keponakanya yang sudah ditinggal ibunya merantau sudah 3 tahun ini tapi tidak ada kabar. 
 
Eka adalah anak pasangan Fitri Yuniati, warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat dan Oskarios Vero yang sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Sriati mengaku, Eka juga sempat tidak  bersekolah dikarenakan terkendala biaya. "Setelah ditinggal ibu (nenek Eka), Eka memang tinggal bersama saya," kata Sriati.
 
Sriati menuturkan, selama tinggal bersamanya, Eka tidak pernah sama sekali bertanya mengenai ibunya. Keseharian Eka, menurut Sriati, juga tidak jauh berbeda dengan anak-anak lain seusianya, pagi hingga siang sekolah dan sorenya. Lebih jauh, Sriani mengaku, selama tinggal di rumahnya, Eka belum pernah sama sekali bertanya tentang keberadaan ibunya. 
 
Bahkan, Sriani pernah bertanya ke Eka apakah akan tinggal dengan ibunya atau dirinya, Eka malah menjawab akan tinggal bersamanya. "Kalau pulang dari sekolah, saya minta untuk pulang ke rumah Budhe-nya yang lain yang jaraknya dengan sekolah lebih dekat, baru sorenya saya jemput untuk pulang dan mengaji," ujar Sriani.
 
Sementara, Eka sendiri ketika ditanya tentang keberadaan ibunya juga mengaku tidak tahu. Eka menuturkan, dulu sempat tinggal di rumah neneknya sebelum meninggal dunia. Ditanya tentang cita-citanya, Eka mengaku kalau sudah besar ingin menjadi Polisi.  "Selama tinggal dengan budhe ya dapat uang jajan juga," katanya. 
 
Kini Eka dan Budhenya bisa tersenyum, ada orang dermawan menolong Eka. Biaya sekolah Eka hingga tamat sekolah dasar ditanggung biayanya oleh Kapolres Lamongan,  AKBP Feby DP Hutagalung.
 
"Iya untuk biaya sekolah sudah ditanggung oleh Pak Kapolres hingga tamat sekolah dasar, "kata Bripka Poernomo yang mewakili Kapolres Lamongan menyerahkan bantuan itu ke eka di rumah budhe nya di Desa Banaran Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.jir