Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember, yang dihadiri Bupati Jember Faida. (SP/ANDIK)

SURABAYAPAGI.com, Jember – Sidang Paripurna ke dua dilaksanakan pada hari Selasa (27/2/2018) yang membahasan Penyampaian Nota Pengantar Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2018.

Dalam agenda tersebut, Bupati Faida menyampaikan bahwa penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018 lebih ditekankan pada program-program prioritas yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember Tahun 2016 2021.

“APBD 2018 ini lebih di fokuskan untuk Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur, dimana anggaran untuk pendidikan sebesar 34 persen dari APBD. Anggaran ini sudah melebih ketentuan pusat, dimana alokasi untuk pendidikan di APBN hanya 20 persen, begitu juga dengan kesehatan dan infrastruktur akan menjadi perioritas Pemkab Jember,” ujar Bupati Jember.

Bupati menambahkan APBD disusun menggunakan pendekatan Anggaran Berbasis Kinerja (ABK), yaitu pendekatan penganggaran dengan keluaran/hasil dari kegiatan yang akan atau yang telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur, terkait dengan tingkat pelayanan dari hasil yang dapat dicapai.

“Dalam pelaksanaannya, ABK adalah proses penyusunan APBD yang diberlakukan dengan harapan dapat mendorong proses tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Penerapannya diharapkan akan membuat proses pembangunan menjadi lebih efisien dan partisipatif, karena melibatkan pengambil kebijakan, pelaksana kegiatan, bahkan dalam tahap tertentu juga melibatkan warga masyarakat sebagai penerima manfaat dari kegiatan pelayanan publik,” ujar Bupati Faida.

Karena itulah, Faida menjelaskan APBD Kabupaten Jember dalam setiap tahunnya harus tetap ditujukan untuk belanja pelayanan dasar/publik yang berorientasi pada rakyat, sebagai upaya mencapai sasaran untuk mengurangi jumlah penduduk miskin, dengan tujuan akhir kesejahteraan seluruh rakyat Jember.

“APBD Kabupaten Jember harus secara konsisten diarahkan untuk meningkatkan keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan agar mampu memecahkan persoalan-persoalan sosial yang mendasar, terutama pengangguran dan kemiskinan, serta mempertahankan stabilitas ekonomi,” pungkasnya.ndik