Unsur Muspika Kebomas rapat bersama lintas agama sikapi kerawanan sosial dan orang gila.(SP/MIS)

 
SURABAYAPAGI.com, Gresik - Teror yang diduga dilakukan orang gangguan jiwa, rupanya sudah masuk di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 
 
Hanya saja, kelompok yang meresahkan warga ini, belum melakukan aksi apa-apa seperti yang terjadi di Kabupaten Lamongan dan beberapa daerah lain. 
 
Untuk menyikapi keberadaan kelompok tersebut, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kebomas, Kabupaten Gresik, menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas agama di kantor Kecamatan Kebomas, Jalan Giri, Rabu (28/2/2018).
 
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik KH Mansyur Shodiq dipimpin Camat Kebomas Drs Sutrisno, Kapoksek Kebomas Kompol Ronny dan Komandan Koramil Kebomas Kapten Arh Sali.
 
Dalam rapat yang dimulai setelah sholat zuhur tersebut, peserta mengusulkan untuk diaktifkan kembali Pam Swakarsa. Pasalnya, melaluu Pam Swakarsa ini dinilai efektif untuk menangkal kerawanan sosial dan ketertiban di masyarakat.
 
Camat Sutrisno mengatakan, koordinasi lintas agama ini tindaklanjut himbauan Bupati Gresik kepada seluruh camat. Guna menjalankan fungsi akan ketertiban di wilayah kecamatan masing-masing.
 
"Wilayah Kebomas sendiri merupakan daerah yang memiliki banyak tempat wisata religi. Selain itu warga luar yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Kebomas sangat banyak, terutama pada rumah kos-kosan, ini juga perlu diantisifasi untuk mencegah hal tak diinginkan," tandas Sutrisno.
 
KH Zakaria salah satu tokoh agama di Kelurahan Gending, Kebomas meminta agar adanya call center yang siap 24 jam. Hal itu dikarenakan seringnya warga menindak lanjuti adanya kerawanan maupun penertiban wilayahnya. Minimal call center ini ada di tempat yang mudah dijangkau banyak warga.
 
"Kami harap pihak berwajib memberi nomir yang siap selalu untuk dihubungi, tujuannya agar koordinasi pengawasan di wilayah bisa tersingkirkan dengan cepat," pintanya.
 
Senada dengan salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Ngargosari, Ahmad Efendi yang menginkan dihidupkannya kembali Pamswakarsa. Pos kamling disetiap desa atau kelurahan saat ini justru banyak di buat cangkrukan dan tak berfungsi. Padahal fungsi pos kamling sendiri sangat berguna untuk keamanan dan ketertiban wilayah.
 
"Kami ingin ada tindak lanjut dari Muspika atas koordinasi ini, jadi jangan hanya menjadi simbul saja melakukan rapat koordinasi. Jika pos kamlingbisa dihidupkan kembali, kami yakin keresahan masyarakat dengan banyaknya isu berdampak pada kerawanan sosial pasti teratasi," papar nya.
 
Senada dengan Fo Era Era Gea salah satu perwakilan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik, menginkan adanya sosialisasi ke pihaknya. Dimana kaum Kristiani sendiri juga terimbas dengan perilaku orang yang tidak bertanggungjawab. Seperti halnya adanya isu pengrusakan gereja misalnya.
 
"Kami selalu berharap adanya kegiatan sosialisasi atau semacamnya dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) atau Muspika," pinta pria pengurus GKI Gresik.
 
Menanggapi hal di atas, Camat Kebomas Sutrisno bersama Kapolsek Kebomas dan Danramil Kebomas berjanji akan menindak lanjuti. Meski kondisi wilayah Kebomas saat ini kondusif, namun antisipasi pengamanan dan memberi rasa aman tetap dilakukan. Sebab rapat koordinasi ini juga merupakan perintah Bupati Gresik.
 
"Hasil rapat ini akan kami laporkan ke Bupati, dan pasti akan kita tindak lanjuti sebagai tanggung jawab kami. Polri dan TNI telah bersinergi untuk memberikan pengayoman sesuai permintaan masyarakat," terangnya Sutrisno didampingi Kompol Ronny dan Kapten Arh Sali. Mis