SURABAYAPAGI.com, Tuban - Jelang Pilgub Jatim 2018, Polres Tuban menggelar diskusi lintas instansi. Diskusi ini untuk menciptakan pilkada di Tuban berjalan kondusif.

Diskusi ini digelar di balai Kecamatan Widang. Sebelumnya polisi sudah menggelar acara yang sama di 8 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada. Tak hanya unsur kepolisian, diskusi ini melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panwascam dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Kecamatan Widang.

Diskusi sendiri diawali dengan pengukuhan kelompok Komunitas Sadar Kamtibmas Kecamatan Widang oleh Kapolres Tuban.

"Komunitas Sadar Kamtibmas merupakan kepanjangan tangan dari kepolisian. Kami harap rekan-rekan menjadi suri tauladan bagi masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," kata Kapolres Tuban AKBP Sutrisno, Jumat (2/3/2018).

Sutrisno menjelaskan, perkembangan IT yang kerap digunakan untuk penyebaran Hoax, menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan Pilkada. Oleh sebab itu, pihaknya berharap masyarakat bijak menanggapi perkembangan informasi.

"Tingkatkan koordinasi dan jalin komunikasi dengan tiga pilar desa di wilayah masing-masing guna deteksi dini setiap potensi yang dimungkinkan timbul dalam pelaksanaan tahapan pemilu gubernur dan wakil gubernur," terangnya.

Anggota KPU Tuban Yayuk Dwi menuturkan, tak hanya kondusivitas, partisipasi pemilih juga menjadi perhatian di Pilgub Jatim 2018. Ditargetkan 77,5% pemegang hak pilih di Tuban menyalurkan suaranya. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan pendidikan pemilu mulai tingkat keluarga.

"Ke depan KPU akan membentuk kelompok sadar pemilu sebagai agen demokrasi dan relawan demokrasi yang akan membantu dalam sosialisasi pendidikan pemilih," tandasnya.

(cr/dtk)