Duta Besar Indonesia untuk Republik Ceko Dr. Aulia A. Rahman saat menggelar pertemuan dengan Rektor Unair Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, di Gedung Manajemen Kampus C. (SP/IBNU)

SURABAYA PAGI, Surabaya - Duta Besar Indonesia untuk Republik Ceko Dr. Aulia A. Rahman mengunjungi Universitas Airlangga, kemarin. Dalam agenda tersebut, berbagai potensi penjajakan kerja sama, terutama bidang pendidikan, dibahas bersama jajaran pimpinan UNAIR. Khususnya dalam penjajakan dengan kampus di negara tersebut.

Ketua AGE (Airlangga Global Engagement) Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih yang turut serta dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas kemenangan Unair dalam project Erasmus dari Europe Union, sebuah program peningkatan kualitas pendidikan tinggi Eropa dan memperkuat pemahaman mengenai lintas budaya.

”Intinya, kan kita ini dapat project Erasmus, Eropa. Nah, itu melibatkan beberapa perguruan tinggi di Ceko (Republik Ceko, Red),” ujarnya.

"Nah, dalam hal ini, duta besar ingin tahu kan perguruan-perguruan tinggi top (Indonesia) yang masuk di Erasmus. Ini (yang masuk Erasmus) ke depannya bagaimana duta besar dapat memberikan bantuan terkait hal tersebut,” tambah Prof. Nyoman

Terlibatnya Unair pada program itu, menurut Prof. Nyoman, dinilai oleh Duta RI tersebut sebagai peluang. Terutama soal kemungkinan munculnya kerja sama lainnya di bidang pendidikan perguruan tinggi.

Dengan peluang tersebut, Unair diharapkan mampu menjadi leader di beberapa program studi. Misalnya, kedokteran, bidang sains dan teknologi, serta ilmu budaya.

Menindaklanjuti kunjungan tersebut, Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih merespon dengan menghadirkan beberapa pejabat Unair terkait. Beberapa diantaranya adalah Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof. Win Darmanto, Dekan Fakultas Hukum Prof. Dr. Abd. Shomad, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya III Rizki Andini, Ph.D, dan Kepala ITD (Institute of Tropical Disease) Prof. Maria Inge Lusida.

Sementara itu, terkait pertemuan tersebut, Duta Besar Aulia menyampaikan bahwa kunjungan yang Ia lakukan merupakan bentuk penyatuan visi antara apa yang berkembang di Eropa dengan apa yang dipersiapkan pendidikan di Indonesia, terutama Unair. Selama ini sesuai dengan pembicaraan dosen, imbuh dia, Unair termasuk yang paling siap dalam menyambut revolusi industei ke-4.

Teknologi digital, lanjut Aulia, harus bisa dikuasai. Salah satu kesiapan menghadapinya adalah melalui sistem pendidikan yang baik. ”Karena itu, diharapkan Airlangga (Unair) mampu menjadi suatu leading bagi isu ini (revolusi industri ke-4),” pungkasnya.ifw