SURABAYAPAGI.com, SURABAYA - Dibukanya program studi (prodi) baru di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Prof Heru Setyawan, Wakil Rektor I ITS bidang Akademik dan Kemahasiswaan, menjelaskan dibukanya prodi S1 Teknologi Informasi adalah untuk menjawab tantangan zaman terkait perkembangan teknologi informasi dan komunikasi baik di industri maupun keilmuan yang sangat pesat.

“ITS kan sudah memiliki departemen Teknik Informatika yang sangat mumpuni dengan peminat yang selalu membludak. Tinggal diintegrasikan saja apa yang kurang, dan saat ini yang dibutuhkan adalah teknologi informasi,” kata Heru, Senin (5/3/2018).

Sedang untuk prodi S1 Sains Aktuaria, menurut Heru, adalah mandat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Kebutuhan akan aktuaris di Indonesia diprediksi mencapai 2.000 orang lima tahun mendatang. Alhamdulillah, ITS dengan empat perguruan tinggi lain dipercaya oleh Kemenristekdikti untuk membuka prodi ini,” jelasnya.

Sementara prodi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) bukan konsentrasi ilmu baru di ITS. “Hanya saja dulu masih menjadi salah satu peminatan di departemen Desain Produk Industri, dan saat ini sudah saatnya untuk berdiri sendiri,” ungkap Heru.

Kemudian untuk prodi S2 dan S3 Teknik Sistem Perkapalan dibuka untuk menunjang cita-cita ITS sebagai research university.

“Salah satu poin penting untuk menjadi research university adalah penelitian dan publikasi ilmiah, hingga saat ini mahasiswa yang paling banyak menghasilkan kedua hal tersebut adalah mahasiswa strata 2 dan strata 3,” bebernya.

Selain itu, imbuh Heru, pamor ITS sebagai kampus maritim terbaik di Indonesia menjadikan pihaknya semakin yakin akan melahirkan peneliti dan cendekiawan hebat dari kedua program studi ini.

Terkait rencana ke depan, Heru mengungkapkan ITS masih berkeinginan untuk segera membuka prodi-prodi di bidang ilmu sosial juga.

“Insha Allah segera dibuka prodi-prodi ilmu sosial untuk menjembatani keilmuan sains dan teknologi itu sendiri. Semoga dalam waktu dekat dapat segera membuka prodi Studi Pembangunan sebagai adik dari Departemen Manajemen Bisnis yang sudah lebih dulu ada,” ungkapnya.

(cr/sry)