ASIAN GAMES 2018.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perhelatan ASIAN GAMES tinggal beberapa bulan lagi, tentu segala persiapan telah dilakukan oleh tim Indonesia agar dapat meraih hasil yang gemilang pada perhelatan akbar tersebut.

Atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah  Indonesia siap memberikan kontribusi tenaga dan waktu. Lantas bagaimanakah kontribusi atlet KONI Jatim?

M. Nabil selaku Ketua Harian KONI Jatim menjelaskan, jika KONI Jatim terus berkontribusi mensukseskan ASIAN GAMES dengan mengajukan atlet-atlet terbaik dari Jawa Timur.

"Cukup banyak atlet-atlet kita (KONI Jatim, red) yang sudah masuk ke Pelatnas ASIAN Games. Itu adalah suatu bentuk kontribusi kita untuk Indonesia," ujar Ketua Harian KONI Jatim, M. Nabil.

Bahkan bagi atlet-atlet yang dianggap unggulan pihak KONI Jatim akan menargetkan perolehan emas.

"Ada beberapa target emas (bagi atlet-atlet yang diunggulkan, red) seperti Felda. Dia itu atlet Wushu yang kemarin itu juara dunia," tambahnya.

Felda merupakan atlet Wushu yang berhasil mendapatkan emas di ajang SEA GAMES. Berdasarkan prestasinya itulah, Felda akan diproyeksikan untuk mendapatkan emas.

Banyaknya atlet yang menjadi squad Pelatnas merupakan bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh KONI Jatim. Ada beberapa atlet yang dianggap layak menjadi squad Pelatnas seperti perwakilan cabor wushu, taekwondo serta beberapa perwakilan cabang olahraga lain.

"Jadi ini murni hasil dari pembinaan KONI Jatim melalui pelatih-pelatih yang ada di cabor (cabang olahraga, red). Mereka memang memenuhi standart dan layak masuk di dalam squad (Puslatnas, red) itu. Taekwondo ada 2, Muhammad dan Rizki. Di Wushu Felda, dll," ujarnya.

Mengingat pembukaan ASIAN GAMES akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2018. Atlet-atlet KONI Jatim yang memenuhi standart saat ini sedang menjalani Pelatnas.

Sebagai bentuk dukungan agar atlet-atlet dapat bermain maksimal dalam pertandingan nanti, KONI Jatim meminta kepada pelatih-pelatih KONI Jatim untuk mendampingi atlet-atlet.

"Pelatih-pelatih kita yang punya hubungan emosional dengan atlet-atlet kita yang masuk di ASIAN GAMES itu kita bangun komunikasinya supaya ada penguat secara psikologi (khususnya atlet-atlet perempuan, red)," ungkapnya.

Bentuk-bentuk membangun komunikasi itu yakni dalam bentuk kunjungan atlet. Hal tersebut dilakukan mengingat tidak semua pelatih KONI Jatim menjadi pelatih atlet Pelatnas.lx