Hesti ditangkap saat akan membuka rekening BRI

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Polisi mengamankan Hesti Iga Apriyanti (24), warga Kelurahan Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Wanita ini diamankan diduga terkait dengan jaringan penipuan antar kota dan antar pulau.

Hesti diamankan pada Selasa (6/3/2018). Saat itu Hesti sedang membuat rekening baru di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Karangrejo, Banyuwangi.

Dijelaskan Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi, rupanya Hesti memiliki rekening lebih dari sepuluh lembar. Dan rekening itu terdiri dari beberapa bank yang ada di wilayah Rogojampi, Kabat, Banyuwangi sampai Wongsorejo. Untuk BRI dia memiliki kurang lebih 7 rekening.

"Itu rekening atas namanya sendiri. Pelaku juga menyuruh orang lain untuk membuat rekening dengan dalih ditawari kerja investasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Setidaknya ada 15 orang yang ditawari dan dimintai KTP untuk membuka rekening baru. Masing-masing dari mereka diberi uang Rp 1 juta," paparnya di BRI Unit Karangrejo, Selasa (6/3/2018).

Semula warga yang disuruh membuka rekening baru senang. Polemik muncul setelah proses pembuatan rekening selesai, pelaku menarik buku tabungan plus kartu ATM dari warga yang KTP-nya digunakan untuk membuka rekening baru. Bahkan pemilik tabungan hanya diberi ganti rugi Rp 125 ribu. Persoalan kian meruncing setelah warga yang namanya didaftarkan sebagai nasabah bank mendapat panggilan telepon dari beberapa warga luar Banyuwangi dengan tuduhan menipu.

Hesti memiliki 7 rekening di BRI
Hesti memiliki 7 rekening di BRI


"Akhirnya warga yang namanya terdaftar dalam buku rekening telepon ke Hesti menanyakan kok bisa rekeningnya digunakan untuk penipuan. Kami mendapat informasi itu dari karyawan BRI Cabang Banyuwangi yang kemudian dilanjutkan dengan langkah penelusuran," terangnya.

Usai diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polres Banyuwangi. Menurut Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Sodiq Effendi, ada beberapa korban yang mengaku rekeningnya telah dialiri sejumlah uang. Dalam sehari ada yang tercatat melakukan transaksi 153 kali.

"Dalam rekening Niken, warga Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, teraliri dana Rp 96 juta. Di rekening Vita asal Desa Kaotan, Kecamatan Rogojampi, masuk Rp 41 juta. Itu belum di rekening yang lain," papar Sodiq.

Hesti tidak bekerja sendiri. Wanita ini berani merekrut orang untuk membuka rekening bank atas perintah TR yang tinggal di belakang Hotel Santika Banyuwangi. TR informasinya bekerjasama dengan SM, wanita asal Sulawesi Selatan. Keduanya versi Hesti memiliki kedekatan khusus.

"Kasus ini sedang kita dalami termasuk mencari TR. Modus penipuannya jelas dan aliran uangnya cukup besar. Penangkapan TR menjadi prioritas untuk mengungkap lebih dalam perkara yang meresahkan warga ini," tandas Sodiq. (dtk/cr)