Puti Guntur Sukarno.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah kemaren Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya  Sukadar menilai tidak etis, kemunculan Cawagub Emil Dardak di kegiatan car free day (CFD) di Taman Bungkul. 

Kini Kehadiran Puti Guntur Sukarno bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada acara Pahlawan Ekonomi yang digelar di Kapas Krampung Plaza pada Minggu kemarin juga dipersoalkan. Vincensius Awey anggota Komisi C DPRD Surabaya mengatakan, kehadiran Puti diacara itu bisa dikategorikan sebagai pelanggaran kampanye. Program Pahlawan Ekonomi itu dibiayai oleh APBD Pemkot Surabaya.

 "Kalau di danai APBD disuatu acara paslon hadir kan sama saja memboncengi dana APBD. Ini bentuk pelanggaran" tegas politisi Partai Nasdem itu.

 Awey juga menyinggung kehadiran Tri Rismaharini. Dari foto yang dimuat media massa Walikota Surabaya itu tergambar menunjukkan 2 jari sebagai simbol dukungan ke pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Gus Ipul-Puti. Awey mengatakan Ibu Risma itu masih menjabat sebagai kepala daerah, bukan tim kampanye.

 "Kalau mau jadi juru kampanye harus cuti dulu sebagai kepala daerah. Itu sudah diatur, lagi pula belum waktunya" kata Awey.

 Awey kembali mengatakan, meskipun jabatan Walikota itu merupakan jabatan politis, dan sebagai petugas partai yang pencalonannya diusung oleh partai, seharusnya tetap memperhatikan etika.

 "Sebagai kepala daerah yg baik, seharusnya tidak memanfaatkan  jabatannya dan dana APBDnya untuk memenangkan pasangan calon ini sangat berbahaya" tegas Awey lagi.

 Awey akan mengusulkan agar Komisi C DPRD Surabaya sebagai lembaga pengawas dan kontrol pihak eksekutif segera memanggil Ketua DPRD Surabaya Ir.Armuji, Cawagub Puti Guntur Sukarno dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk menjelaskan kegiatan di acara Pahlawan Ekonomi apakah ada unsur kampanye. Karena ada indikasi kampanye terselubung saat itu.

Sementara itu Ketua Bappilu DPC Demokrat Surabaya Herlina Harsono Njoto, menanggapi Kritik keras dari Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Sukadar soal kemunculan Cawagub Emil Dardak di kegiatan Car Free Day (CFD) di masa kamapanye. 

Menurut Herlina, Emil Dardak dan istrinya Arumi, hanya datang untuk menikmati Car Free Day semata. Maka wajar saja, setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan sebagai Cawagub, beliau ingin merasakan lenggangnya Surabaya disaat CFD.“Terkait foto bersama warga, saya kira itu normal,” tuturnya.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini mengatakan jika telah banyak yang mengetahui sosok Emil dan Arumi yang notabene public figure, dan ingin mengabadikan saat bertemu dengan idolanya.

Tidak hanya itu, Herlina juga menegaskan jika pernyataan protes dari Sukadar Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya justru menunjukkan rasa ketakutannya.

“Saya kira itu hanya ketakutan akan kekalahan pada kompetisi Pilgub Jatim,” tegasnya.

Herlina juga tidak sepakat dengan usulan Sukadar terkait pemanggailan beberapa pohak terkait. Bahkan dinilainya sebagai tindakan yang konyol. “Saya yakin bahwa DPRD Surabaya tidak akan melakukan hal konyol dengan mengundang rapat Emil Dardak, Arumi Bachsin, dan KPU Surabaya,” pungkasnya. Alq