Suasana kantor pajak Sidoarjo. (SP/DIAN)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan harus dilakukan oleh Wajib Pajak yang memiliki penghasilan. Namun bagaimana bagi pemilik NPWP baik Orang Pribadi maupun Badan Usaha yang sudah tidak berpenghasilan lagi (berhenti bekerja atau bisnisnya berhenti, red)? 
 
Ternyata bagi pemilik NPWP yang tidak lagi memiliki penghasilan berupa apapun tetap wajib melakukan laporan SPT Tahunan, selama nomor pajak yang dimiliki masih tercatat aktif di Badan Perpajakan. Agar nomor pajak yang dimiliki tidak tercatat aktif, maka Wajib Pajak harus mengajukan formulir permohonan penetapan wajib pajak NE (Non-Effective).
 
"Pengajuan wajib pajak non-efektif itupun nanti akan melalui proses survey terlebih dahulu. Ini penting, karena apabila nomor pajak masih tercatat efektif, sedangkan wajib pajak sudah tidak berpenghasilan dan tidak ada pelaporan, maka akan dikenai sanksi berupa denda dengan nominal tertentu," jelas Wiwin Susanti selaku AR Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Selatan, Rabu, 7 Maret.
 
Sementara itu, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan sudah ada WP Orang Pribadi yang menyerahkan SPT Tahun Pajak 2017 di periode Januari dan Februari 2018.
 
"Demi kenyamanan wajib pajak, agar tidak menunggu batas akhir penyampaian SPT pajak pada akhir Maret 2018, serta manfaatkan saluran DJP Online untuk menyampaikan SPT Tahunan secara e-filing," ujar Hestu.di