Rumah bagian belakan Aswandi yang rusak karena dibondet

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Polisi mengamankan dua pelaku yang meledakkan rumah Aswandi, guru sekaligus Kepala Dusun Sumber Hidup, Desa Keramaian, Kecamatan Masalembu, Sumenep. Motif pelaku adalah marah dan sakit hati.

"Kami telah mengamankan pelaku. Mereka mengakui perbuatannya. Mereka meledakkan rumah korban bagian belakang menggunakan bom ikan (bondet)," ujar Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnain, Jumat (9/3/2018)

Kedua pelaku adalah Agus Salim (40) dan Mardiansyah (29). Keduanya warga Dusun Sumber Hidup, Desa Keramaian, Kecamatan Masalembu, Sumenep. Fadillah mengatakan peristiwa yang terjadi pada 9 Februari 2018 itu bermula saat kedua tersangka dan teman-temannya pesta minuman keras (miras) di rumah Mardiansyah. Mereka minum mulai pukul 19.00 WIB.

Tersangka Mardiansyah


Pukul 21.30 WIB, salah seorang teman tersangka keluar dengan motor hendak membeli miras karena persediaan hampir habis. Namun saat kembali, dia tak membawa motornya. Saat ditanya, dia menjawab bahwa motornya ditahan kepala dusun karena membunyikan knapot dengan keras (bleyer).

Kedua tersangka lalu mendatangi rumah Aswandi. Setelah sempat cekcok dan ramai, akhirnya motor teman tersangka diperbolehkan diambil. Saat berkumpul kembali, Mardiansyah mengatakan bhwa saat ribut-ribut, dia sempat dipukul seseorang yang tidak diketahuinya.

"Tersangka Agus Salim mendatangi kembali rumah korban, namun korban mengaku tak tahu siapa yang memukul," kata Fadillah.

Tersangka Agus Salim


Kedua tersangka emosi. Mereka lalu membuat rencana memberi pelajaran kepada korban. Kedua tersangka kemudian merakit bondet. Pada tengah malam mereka mengendap-endap di bagian belakang rumah korban. Agus Salim menyulut bondet tersebut dan dilemparkannya ke rumah korban bagian belakang.

"Meledaklah bondet itu dan merusak rumah bagian belakang yang sebagian besar berdinding asbes," tandas Fadillah. (dtk/02)