Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara Tingkat Kota Batu dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018.

SURABAYA PAGI, Batu - Komisioner KPU Kota Batu, Ashar Chilmi mengungkapkan angka Daftar Pemilih Sementara (DPS) hasil pemutakhiran dapat bertambah bila pemilih potensial yang belum memiliki KTP elektronik melakukan perekaman data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batu.

Menjelang pilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 beragam persiapan terus dilakukan KPU kota/kabupaten di Jawa Timur. Di Kota Batu, KPU Kota Batu menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara Tingkat Kota Batu dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018.

Rapat pleno ini salah satunya mengumumkan hasil pemutakhiran DPS dan pemilih potensial yang belum terekam KTP Elektronik di Pilgub 2018. Total ada sejumlah 149.203 pemilih masuk dalam DPS hasil pemutakhiran dengan rincian laki - laki 74.295 dan perempuan 74. 908 dalam 411 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kota Batu.

Dari jumlah tersebut kecamatan Kota Batu menjadi jumlah terbanyak DPS dengan total 3.049 pemilih, terdiri 1.469 pemilih laki - laki dan 1.580 pemilih perempuan di 190 TPS. Di Kecamatan Bumiaji, DPS Pilgub Jatim 2018 mencapai 2.080 jiwa terdiri dari 984 pemilih laki-laki dan 1.096 pemilih perempuan di 124 TPS. Sementara Kecamatan Junrejo menjadi jumlah DPS paling sedikit dengan total 1.669 pemilih dari 820 pemilih laki-laki dan 849 pemilih perempuan di 9 TPS.

"Jumlah pemilih potensial non KTP elektronik ada di angka 1.308 pemilih. Bila itu dijumlahkan dengan DPS hasil pemutakhiran jumlahnya mencapai 150 ribuan," jelasnya saat ditemui di Kantor KPU Kota Batu, Kamis (15/3).

Pihaknya menghimbau masyarakat yang belum melakukan perekaman E-KTP untuk segera melakukan perekaman mengingat waktu penetapan DPT Pilgub yang juga semakin dekat.

"Dari hasil coklit sudah dilihat banyak penduduk yang mutasi keluar masuk dari dan ke Kota Batu. Ada yang tidak ditemui dan tidak dikenal karena tak ada identitas," papar Ashar. bt