Karoake dan Hotel Maumun dalam satu gedung dianggap bisa muluskan orang berbuat mesum. Buktinya, polisi menemukan pasangan mesum di Hotel Maumu saat digelar razia.

SURABAYAPAGI.COM, Hampir semua kalangan menyukai hiburan, di tengah padatnya aktivitas pekerjaan di kota Metropolitan. Tak heran jika di kota Surabaya banyak berdiri rumah hiburan karaoke, bak jamur di musim hujan. Hanya saja, untuk menarik banyak pengunjung pengelola hiburan kerap melanggar aturan. Nah, belakangan ini ada fenomena menarik. Pengusaha hiburan memadukan karaoke dengan hotel. Seperti dilakukan Hotel Maumu. Ada juga yang mendirikan karoke yang lokasinya himpitan dengan hotel. Ini terlihat pada Karaoke NAV yang bersebelahan dengan Hotel Pasar Besar. Ini strategi marketing atau justru sengaja mempermudah orang berbuat maksiat dan mesum?

------------

Laporan : Firman Rachman

 

 

Menariknya lagi, dua lokasi itu sama-sama berdekatan dengan kantor pemerintahan. Karaoke dan Hotel Maumu dekat kantornya Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Sedang NAV dan Hotel Pasar Besar tak jauh dari gedung Pemprov Jatim. Entah kebetulan atau tidak, namun faktanya peminat karaoke dan hotel menjadi tempat nyaman untuk berbuat mesum. Apalagi dibumbui dengan tersedianya minuman beralkohol.

 

Seperti sebuah karaoke dan hotel yang berdiri dalam satu komplek di kawasan jalan Walikota Mustajab Surabaya . Keduanya bernama Maumu. Satu Maumu Hotel dan satunya lagi Maumu Karaoke Keluarga. Tempat hiburan ini sempat menggemparkan warga kota tahun 2014 silam. Kala itu, karaoke tersebut bukan Karaoke Maumu, tetapi NAV. Munculnya hotel dan karaoke dalam satu gedung, sempat memunculkan spekulasi bahwa hal itu menjadi modus baru tempat hiburan sebagai sarana prostitusi.

 

Meski polemik itu sempat memanas, toh aman-aman saja tempat hiburan tersebut. Lokasi yang strategis dengan harga room karaoke dan hotel yang terjangkau, menjadikan salah satu tempat hiburan ini menjadi pilihan, terutama kaum muda.

 

Dengan fasilitas cukup lengkap, karaoke ini pun juga menyediakan minuman beralkohol. Salah satu pengunjung bernama Rezky mengatakan jika dirinya sempat menikmati malam bersama kekasihnya dan empat temannya di Maumu. Setelah asyik berkaraoke, dan memesan minuman berlakohol, Rezky pun mengajak pacarnya untuk check in di hotel maumu dengan budget yang relatif terjangkau, berkisar 250 ribu rupiah.

 

"Iya waktu itu udah teler mas. Si pacar udah gak kuat aja pulang. Akhirnya kita nginep sekalian disitu," tutur mahasiswa semester akhir di PTS Surabaya ini.

 

Selain Rezky, satu dari tiga temannya yang juga membawa pasangan itu turut menginap di hotel tersebut. Gaya hidup anak muda kota metropolitan memang tak jauh dari dunia kelam tempat hiburan.

 

Sementara itu, dari data kepolisian, Maumu Hotel pernah dirazia pada 8 Januari 2018. Saat itu Polisi Sektor Genteng menggandeng Satpol PP menemukan dua pasangan mesum. Salah seorang perempuan bahkan meninggalkan suaminya di warung sate tak jauh dari lokasi untuk menemui kekasih gelapnya.

 

Penyakit masyarakat memang tidak bermunculan sendiri tanpa ada fasilitas yang menyediakan tempat untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut. Hal ini perlu ditinjau ulang oleh pemerintah kota Surabaya untuk benar-benar menekan budaya negatif anak muda di tempat hiburan. n