Demokrat vs PDIP

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil surveinya terkait pilgub Jatim. Pertarungan antara kedua kandidat berlangsung ketat.

Temuan lembaga survei kredibel ada yang memenangkan duet Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno. Di antaranya adalah PolMark Research Center (PRC) dan Lembaga Survei KedaiKOPI.

Tapi ada pula lembaga yang menghasilkan temuan lain, yaitu memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Di antaranya adalah Litbang Kompas dan Poltracking.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Haryadi, mengatakan, dari hasil survei terlihat partai-partai pendukung terus bekerja keras menyolidkan dukungan. "Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh parpol. Ini seru," ujar Haryadi.

Dari survei Litbang Kompas, pendukung PAN yang solid ke Khofifah mencapai 78,1 persen, Golkar sebesar 44,7 persen dan Demokrat 41,4 persen. Sedangkan pendukung PDIP yang terkonsolidasi ke Gus Ipul-Puti sebesar 45,4 persen dan PKB sebesar 47,5 persen.

Adapun hasil survei Poltracking, Demokrat solid mendukung pasangan Khofifah-Emil dengan 78 persen. Untuk PDIP, 54,3 persen kadernya di Jatim solid memilih Gus Ipul-Puti. Adapun PKB solid sebesar 50,5 persen.

Berdasarkan data survei Polmark kepada beritajatim.com juga mencatat pemilih partai pendukung pasangan calon untuk pilgub Jatim.

Mesin PDIP tercatat solid dengan sebanyak 72,1 persen memilih Gus Ipul-Puti dan 11 persen memilih Khofifah-Emil. Sisanya menjawab rahasia dan tidak tahu.

Sedangkan, PKB tercatat 45 persen pemilihnya memilih Gus Ipul-Puti dan 34,7 persen memilih Khofifah-Emil.
Pemilih Gerindra ada 52,6 persen mendukung Gus Ipul-Puti dan 18,4 persen ke Khofifah-Emil. Untuk pemilih PKS diketahui fifty-fifty, 50 persen ke Gus Ipul-Puti dan 50 persen dukung Khofifah-Emil.

Bagaimana dengan partai pendukung Khofifah? Yang menarik adalah pemilih Golkar dan NasDem justru cenderung 'melawan' kebijakan elitnya dengan mendukung Gus Ipul-Puti.

Pemilih NasDem ada 46,7 persen memilih Gus Ipul-Puti dan hanya 26,7 persen memilih Khofifah-Emil. Pemilih Demokrat 40 persen 'lari' ke Gus Ipul-Puti dan 44 persen memilih Khofifah-Emil.

Pemilih PAN sebesar 13,3 persen ke Gus Ipul-Puti dan 40 persen solid ke Khofifah-Emil. Sedangkan, pemilih Golkar sebanyak 47,5 persen lebih mendukung Gus Ipul-Puti dan 35 persen memilih Khofifah-Emil. Untuk pemilih PPP ada 29,6 persen ke Gus Ipul-Puti dan 66,7 persen ke Khofifah-Emil.

Sedangkan untuk pemilih Partai Hanura sebanyak 100 persen menjawab tidak tahu dan masih rahasia saat disurvei.

Haryadi mengungkapkan, dengan melihat posisi strategis Jatim sebagai kantong pemilih terbesar kedua di Indonesia setelah Jabar, pertarungan di Pilgub Jatim bukan hanya rivalitas Khofifah, melawan Gus Ipul. Rivalitas sesungguhnya terjadi terutama antara Partai Demokrat melawan PDIP-PKB. "Jatim adalah basis PDIP dan PKB, dan kedua partai itu perlu bekerja keras memastikan kesolidan dukungan ke Gus Ipul-Puti," imbuhnya.

Rivalitas antarpartai juga semakin menguat lantaran Pilgub Jatim berjalan satu rangkaian dengan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. Seperti diketahui, Demokrat telah mewacanakan untuk memajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres 2019. Adapun PDIP telah mendeklarasikan Joko Widodo untuk maju kembali dalam Pilpres. "Tentu sangat menarik mencermati kinerja partai seperti PDIP dan Demokrat dalam menyolidkan diri di Pilgub Jatim ini," pungkasnya. (bj/04)