Ilustrasi Makanan Kadaluarsa

SURABAYAPAGI.com - Sebuah toko di kawasan Tambora, Jakarta Barat, digerebek tim Unit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat, karena diduga mengganti label makanan yang sudah kedaluwarsa, Senin (20/3/2018). Dalam gudang toko tersebut juga ditemukan tumpukan makanan yang sudah kedaluwarsa, seperti mayones, biskuit, dan keju.

Polisi pun akhirnya menyita produk makanan tersebut dan mengamankan kepala gudang. Makanan-makanan yang diganti tanggal kedaluwarsanya ini nantinya akan dijual kembali ke masyarakat. Beruntung pihak kepolisian bertindak cepat dan langsung mengambil langkah. Pasalnya, makanan kedaluwarsa tentu akan menimbulkan efek negatif bagi tubuh yang mengonsumsinya.

 

Efek yang ditimbulkan dari makanan kedaluwarsa pada tubuh ada beberapa tingkatan, mulai dari tidak ada hingga efek yang berat. Itu semua tergantung dari makanan apa yang dimakan dan kapan memakannya.

Dalam beberapa kasus makanan kedaluwarsa akan memicu keracunan makanan. Gejala dan efek kesehatan bervariasi tergantung pada jenis keracunan. Namun, tanda-tanda umum biasanya, kram di daerah perut, muntah, demam, pusing, dehidrasi, dan diare persisten.

Gejala mungkin akan berlangsung beberapa jam, beberapa hari atau pekan tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Makanan yang disimpan melewati tanggal penggunaannya bisa terkontaminasi dengan infeksi bakteri salmonella atau listeria.

Sementara, bagi masyarakat yang belum mengetahui cara mengidentifikasikan makanan kedaluwarsa, salah satu tandanya, yaitu tumbuh jamur. Beberapa jenis jamur yang bisa tumbuh pada makanan kedaluwarsa, di antaranya mikotoksin yang tumbuh pada kacang-kacangan, seledri, apel, anggur, dan sumber makanan lainnya, menurut USDA. Jamur tersebut dapat menyebabkan rasa gatal, mual, pusing, dan terkadang sakit kepala.

Tidak hanya itu saja, masyarakat juga bisa memberikan perhatian lebih pada tanggal-tanggal yang tertera di kemasan makanan. Biasanya, dalam satu kemasan makanan akan tertulis beberapa tanggal, seperti tanggal jual yang menerangkan waktu toko mengeluarkan produk, tanggal waktu konsumsi terbaik (best before) mengacu pada kualitas produk akan lebih baik jika dikonsumsi sebelum tanggal yang tertera, dan tanggal penggunaan (expired date) yang menerangkan waktu terakhir yang aman sebelum makanan berubah menjadi buruk kandungannya.

Jika makanan sudah lewat sehari dari tanggal kedaluwarsanya bukan berarti makanan akan beracun keesokan harinya, tapi kualitas makanan akan menurun lebih rendah dan dalam beberapa waktu ke depan akan berpotensi membahayakan tubuh. Dalam kasus penggantian tanggal kedaluwarsa di sebuah toko di Tambora tersebut jelas berbahaya, karena menjual kembali makanan yang telah kedaluwarsa dan menipu masyarakat dengan mengganti tanggal kedaluwarsanya. (oz/02)