Puti saat membeli nasi boranan khas Lamongan di Pasar Sidoharjo.

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Calon wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno Selasa (20/3) menyapa warga Lamongan. Dalam kesempatan kampanye itu, cucu Soekarno ini menyapa pedagang pasar tradisional, kaula muda hingga ibu-ibu pekerja.

Selain meyapa warga Lamongan, Puti yang datang bersama timnya itu, juga menyapa para pengurus dan kader PDIP yang menggelar Rakercabsus untuk pemenangan pasangan nomor urut 2 ini di gedung Korpri setempat, dan mendatangi Desa Pancasila di Desa Balun Kecamatan Turi, dilanjut silaturahmi di kediaman KH. Abd Ghofur Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan.

Dihadapan ibu-ibu pekerja pabrik rokok, Puti mengkampanyekan program pendidikan gratis untuk SMA/SMK.

“Ibu-ibu semua, Gus Ipul dan saya punya rencana kebijakan pendidikan gratis untuk SMA/SMK. Kami berdua berharap, program ini dapat meringankan beban rumah-tangga masyarakat,”ujarnya.

Kandidat nomor 2 itu berjumpa ribuan pekerja Pabrik Rokok PT HM Sampoerna, Tbk di Desa Karanglangit, Lamongan. “Kalau pendidikan gratis, maka dananya bisa ditabung atau dipakai memenuhi keperluan lain,” kata Puti disambut respon ibu-ibu menjadi riuh gemuruh. “Setujuuuu, Mbak Puti,” kata ibu-ibu pekerja pabrik serempak.

Komitmen mengratiskan biaya pendidikan SMA/SMK tersebut dicantumkan dalam dokumen visi-misi keduanya yang diarahkan ke KPU Jawa Timur. “Gus Ipul dan saya juga ingin memberikan bea siswa bagi siswa-siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu,” kata Puti.

Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno merumuskan konsep pendidikan gratis itu dengan nama ringkas, “Dik Dilan”. Yakni, singkatan dari pendidikan digratiskan berkelanjutan.

Untuk rencana kebijakan pendidikan gratis itu, keduanya memperkirakan akan menelan Rp 1,5 triliun. “Kalau ibu-ibu sekalian setuju program pendidikan gratis, tolong bantu kami, Gus Ipul dan saya. Mari, kita menangkan Pilkada Jawa Timur 27 Juni 2018,” kata Puti Guntur disambut tepuk tangan ibu-ibu pekerja.

Sementara itu, saat menyapa pedagang di sejumlah pasar tradisional, Puti berpandangan kalau pasar tradisional harus ditata sedemikian rupa, agar para pedagang dan pembeli betah dan nyaman, dan yang terpenting lagi pergi ke Pasar layaknya pergi berwisata.

"Saya bersama Gus Ipul ingin pasar tradisional ini seperti pasar modern, dalam penataanya, agar pembeli dan pedagang nyaman, dan ke Pasar seperti ke tempat rekreasi, "kata Cucu Soekarno itu saat membeli makanan khas Lamongan Nasi Boran, dan sejumlah makanan di Pasar Sidoharjo Lamongan. jir