Tanggal 21 Maret diperingati sebagai World Down Syndrome Day atau hari Down Syndrome sedunia yang ditandai dengan penggunaan kaos kaki warna-warni.

SURABAYAPAGI.com - Hari ini dunia sedang memusatkan perhatian pada para penyandang down syndrome. Tanggal 21 Maret diperingati sebagai World Down Syndrome Day atau hari Down Syndrome sedunia.

Mengapa 21 Maret?

Tanggal ini selaras dengan penyebab down syndrome yakni kelainan satu dari tiga tipe sel termasuk trisomy-21. Dikutip dari situs American Pregnancy, lebih dari 90 persen kasus down syndrome disebabkan oleh kelainan pada trisomy-21. Untuk tipe sel lain yaitu mosaic trisomy 21 dan translocation trisomy 21 memiliki jumlah kasus lebih sedikit, bahkan terbilang langka.

Dilansir dari situs resmi World Down Syndrome Day, pada 19 Desember 2011 General Assembly PBB mendeklarasikan 21 maret sebagai hari Down Syndrome Sedunia. Pada 2012, negara-negara dari berbagai belahan dunia turut merayakan demi meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan down syndrome.

Tahun ini peringatan hari down syndrome mengambil tema 'Lots of Socks'. Situs resmi World Down Syndrome Day mengajak publik untuk mengenakan kaos kaki warna-warni baik panjang maupun pendek, kaos kaki bermotif bahkan tiga buah kaos kaki sebagai lambang tiga kromosom.

Mereka yang mengenakan kaos kaki diharapkan dapat mencuri perhatian orang lain sehingga ada kesempatan untuk mengajak orang berbicara soal down syndrome. Tak hanya dengan mengenakan kaos kaki, mereka yang memiliki anggota keluarga penyandang down syndrome pun meramaikan media sosial Twitter dengan #WDSD18.

"Ini Hari Peringatan Down Syndrome Sedunia pada Rabu 21 Maret 2018 #WDSD18 #wouldntchangeathing #DS #dsawarenessweek. Ini anak saya Brent. Seorang pria yang memiliki down syndrome. Dia juga memiliki hidup yang produktif dan dicintai. Tolong RT," tulis akun @Being_Brent.

It's World Downs Syndrome Day on Wednesday 21st March 2018 #WDSD18#wouldntchangeathing #DS #dsawarenessweek. This is my son Brent. A man who has DS. He also has a fulfilling & productive life & is much loved. Please RTpic.twitter.com/zOTfNhy3PX

— Brent's stuff (@Being_Brent) March 20, 2018



Sarah Sutton lewat akun @peaponderer pun turut merayakan Hari Down Syndrome Sedunia dengan mengunggah foto Zoe dan mengungkapkan kebahagiaannya.

"Zoe hari ini 8 tahun, dia mengatakannya pada semua orang di taman bermain! Melihat kegiatannya di tengah kerumunan adalah ilustrasi sempurna dari apa yang dia bawa pada komunitas kami, cinta, senyum dan kebahagiaan yang kamu tinggalkan rasanya dunia jadi tempat yang lebih baik karena ada dia," cuitnya.

Zoe is 8 today, she told EVERYONE in the playground! Watching her work a crowd is a perfect illustration of what she brings to our community, love, smiles & a joie du vivre that leaves you just feeling the world is a better place for having her in it.#WDSD18 #wouldntchangeathing pic.twitter.com/prM5wh6NSp

— Sarah Sutton (@peaponderer) March 20, 2018



Perayaan Hari Peringatan Down Syndrome di berbagai negara

Tak hanya lewat dunia maya, perayaan akan hari down syndrome juga diramaikan oleh berbagai negara di belahan dunia termasuk Inggris, Skotlandia, Amerika Serikat dan Australia. Di Skotlandia, terdapat kegiatan bertajuk 'My contribution to community'. Dilansir dari Daily Mail, acara ini merupakan seminar dengan pembicara dari berbagai komunitas. Para pembicara berbagi tentang sumbangsih para penyandang down syndrome pada hidup mereka.

Kegiatan serupa juga digelar di Inggris. Di sana juga mengadakan open house Langdown Down Centre pada pukul 13:00 - 17:30 waktu setempat. Pengunjung dapat menikmati tur dengan berbagai fasilitas dan aktivitas termasuk membeli bingkisan dengan harga terjangkau.

Berbeda dengan Inggris, Amerika Serikat meramaikan perayaan tahunan ini dengan balapan virtual bernama 'Racing for 3.21'. Partisipan diminta untuk berlari, berjalan, bersepeda, mendaki atau berenang sepanjang 3,21 mil. Mereka juga diharapkan membagikan pencapaian mereka di media sosial dengan tagar #WDSD, #Racingfor321 dan #teamNDSS.

Jika kurang tertarik pada kegiatan olahraga, publik dapat mengunjungi Saphira & Ventura Gallery di New York. Galeri ini mengadakan pameran bertajuk 'Inside Out'. Pengunjung dapat melihat pameran dengan fokus pada relasi manusia, prasangka, kecantikan, kesenangan dan ketakutan dalam cara yang tak biasa.

Sementara itu di Australia, perayaan ditandai dengan morning tea anggota parlemen Australia. Para politikus, staf Down Syndrome Australia beserta direktur, keluarga, teman dengan down syndrome turut serta dalam kegiatan ini. (cnn/02)