Agus Suyanto FOTO: SP/ MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com,  Lamongan - Besarnya alokasi Dana Desa (DD) yang digelontorkan ke desa-desa beberapa tahun belakangan ini,  agar dikelola dengan baik,  kalau tidak bisa menjadi petaka,  dan hal yang demikian itu harus dihindari.
 
Karena demikian itu,  Inspektorat Lamongan mengingatkan kepada Pemerintah Desa,  agar bisa mengelola dana desa tersebut sesuai dengan peruntukanya,  demi kemajuan pembangunan di desa,  agar masyarakat bisa lebih sejahtera dan berdaya saing. 
 
"Pemdes harus bisa kelola dana desa dengan baik,  jangan sampai malah menjadi petaka, dan merugikan masyarakatnya,  "Kata Agus Suyanto Kepala Inspektorat Lamongan Rabu (21/3) mengingatkan. 
 
Disebutkan olehnya,  dana Desa sekarang ini seperti madu, banyak yang mengerubungi. "Dana di desa besar sekali, jauh lebih besar dari Kecamatan. Karena itu aparatur desa harus lebih hati-hati, dan semua yang dilakukan agar tidak menyalahi undang-undang, "pesanya. 
 
Agar perjalanan pembangunan bisa on the track,  tentu pihaknya selain melakukan pengawasan, juga akan memberikan arahan pada para kepala desa. Ia mengimbau kepala desa tidak takut jika dilakukan pemeriksaan.
 
"Kalau dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat agar tidak takut,  karena pemeriksaan yang kami lakukan mengutamakan pembinaan. Kalau instansi lain bukan seperti itu, salah ya salah," tandasnya.
 
Oleh karena itu, kata dia, jika inspektorat sudah memeriksa dan sudah menerbitkan laporan hasil pemeriksaan maka segera ditindaklanjuti dalam waktu 60 hari. "Jika tetap tidak mau bekerjasama, kami punya hak untuk meneruskan ke aparat penegak hukum," tegas Agus. 
 
Agus juga berpesan para kepala desa tidak gampang menerima tim pemeriksa yang datang. Ia meminta kepala desa berani menanyakan surat tugas.
"Saya sudah dengar ada yang ngaku-ngaku dari inspektorat. Jangan layani jika tidak bisa menunjukkan surat tugas." Pungkasnya.
 
Agus menggambarkan posisi desa semakin seksi. Orang-orang yang ingin mengambil keuntungan yang tidak bisa lagi bermain di SKPD karena ketatnya aturan, mulai mendatangi desa.jir