Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan. (SP/FIRMAN)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya -  Kasus penemuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang jumlahnya sekitar 643 di sebuah Laundry wilayah Sukolilo itu terus diselidiki kepolisian. Saat ini, Polisi sudah menemukan siapa kurir yang meninggalkan kartu tersebut di gerai cuci pakaian itu. Meski demikian, belum ada penetapan tersangka dari kasus tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menyebut sudah menemukan kurir yang seharusnya mendistribusikan KIP di dua kelurahan Gebang dan Keputih, Sukolilo itu. Namun, pihaknya masih menelusuri penyebab mengaka KIP itu tak sampai terdisitribusikan kepada penerima.

"Sudah ada kurirnya, cuma kami periksa sebagai saksi bersama beberapa saksi lain," terang Rudi, Jumat (23/3) pagi.

Kurir KIP itu adalah Ahmad Zahri Hamid Romadhona. Ahmad merupakan tenaga freelance PT. SAP selaku vendor yang ditunjuk sebagai penyalur KIP.

Saat ini, kepolisian juga tengah mempelajari kontrak antara PT SAP dengan Zuhri dan antara PT SAP dengan Lembaga penunjuk.

"Kita masih dalami, bagaiman sistem kontraknya. Lalu apakah ada kesalahan dalam kontrak,kemudian bagaimana bentuk kesepakatannya. Karena harusnya ini sudah terdistribusikan setahun yang lalu," tutupnya sambil meminta wartawan untuk menunggu proses penyelidikan kepolisian.

Sebelumnya, satu karung berkas dan KIP dengan jumlah 643 keping, ditemukan di Loundry milik Umi Kulsum di Jangkungan, Sukolilo, Senin (19/3). Hal itu menghebohkan warga sekitar dan kemudian ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian.fir