Suyitno (baris empat dari kanan) mantan atlet Jatim. (SP/LUXINOVIASARI)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hidup menjadi mantan atlet memang tidak mudah. Mungkin kata-kata ini yang cocok untuk menggambarkan Suyitno salah satu mantan atlet KONI Jatim.

Suyitno, mantan atlet balap sepeda ini menceritakan meskipun kini ia hanya menjadi sopir namun ia bangga karena telah memberikan yang terbaik untuk Jawa Timur dan Indonesia. Hal itu terlihat dari segudang prestasi yang berhasil ia dapatkan kala menjadi atlet sepeda, seperti juara dalam PON, Pelatnas, SEA GAMES dll.

"Di PON tahun 2000 itu mewakili Jatim dapat 3 emas, 1 di nomer beregu open road race, 1 di nomer 4000, 1 di individu," ujarnya.

Selain itu ia juga berhasil menjadi juara pada saat mengikuti Pelatnas.

"Pelatnas tahun 2001 mewakili Indonesia itu dapat 2 emas," tambah Suyitno.

Ia menceritakan, ketika dia masih menjadi atlet memang ada permasalahan dalam internal pengurus, sehingga hal ini berdampak pada atlet. Atlet-atlet yang 'terlantar' inipun kemudian pindah mewakili daerah lain.

"Memang di tahun segitu sebagian dari atlet Jatim itu merasa kepengurusannya tidak bagus akhirnya pindah. Semua teman aku akhirnya pindah," tambahnya.

Namun ia sendiri tidak pernah pindah dari Jatim. "Aku tidak pernah pindah dari Jatim. Memang mau pindah tapi tidak pindah. Terakhir main sepedah itu 2004," ujarnya.

Paska berhenti dari dunia olahraga, ia akhirnya menjadi sopir hingga kini.lx