Bubur goreng menu andalan restoran bernama Canadaa di Jalan Mayjen Sungkono No. 39A, Surabaya. (SP/MEI)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setiap orang pasti sudah tidak asing dengan bubur, dari bubur ayam Jakarta, sampai bubur sumsum khas Madura. Namun, jika mendengar nama bubur goreng beberapa orang mungkin akan bertanya-tanya, apa jadinya jika bubur digoreng?

Bertempat di salah satu restoran bernama Canadaa di Jalan Mayjen Sungkono No. 39A, Surabaya, Aditya Go bersama rekannya, Jevon, mengembangkan kuliner bubur goreng yang mereka namai dengan Burgor Mantan. Burgor Mantan sendiri merupakan akronim dari Bubur Goreng Mantap Tenan.

"Jadi bubur goreng mantan ini, dulu aku bukanya sama mantanku. Tapi kebetulan sekarang udah putus. Terus temenku ini ajakin aku buat buka lagi," tuturnya.

Aditya bersama rekannya, baru meluncurkan bisnis tersebut pada bulan Agustus tahun lalu. Sama seperti bubur pada umumnya, yang membedakan hanyalah bubur tersebut digoreng dahulu sebelum disajikan kepada pengunjung.

"Buburnya kayak bubur biasa, tapi digoreng lagi, bubur yang sudah jadi dimasukkan loyang lalu digoreng seperti kalau kita goreng nasi goreng," tutur Asiyani, yang bertugas memasak Bubur Goreng Mantan.

Perempuan paruh baya tersebut memang ditugaskan untuk memasak bubur goreng di restoran tersebut. Menurutnya, ketika mendengar kata bubur kebanyakan orang-orang akan berpikir tentang bubur ayam Jakarta, namun ternyata bubur goreng dan bubur ayam memiliki cita rasa yang berbeda.

"Kalau bubur ayam kan rasanya cuma seperti rasa kaldu, kalau ini rasanya ada gurih-gurihnya," tambahnya. nnd