Tol Ngawi-Kertosono

SURABAYAPAGI.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan ruas tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan pada 29 Maret 2018.

Rampungnya jalan tol Ngawi Kertosono menambah panjang daftar pembangunan megaproyek tol Trans Jawa yang diharapkan bisa memberi peran penting dalam proses distribusi barang dan jasa dan berdampak ke perekonomian nasional.

Jalan tol trans Jawa akan tersambung mulai dari Merak, Surabaya hingga Probolinggo. Selanjutnya tersambung ke Probolinggo dengan Banyuwangi, yang pembangunannya kini sedang dalam persiapan konstruksi.

"Ditambah lagi adanya sistem tarif yang lebih sederhana dengan membagi hanya 3 kelas. Maka beroperasinya ruas jalan tol ini akan mampu menurunkan biaya logistik dari dan ke Timur (Perak, Surabaya) maupun ke Barat (Jakarta dan sekitarnya)," kata Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN, Ahmad Bambang di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dia berharap, jalan tol ini akan menambah lapangan kerja baru dan memacu perkembangan pembangunan sehingga dapat meningkatkan ekonomi disekitarnya. "Pada gilirannya, masyarakat sekitar juga akan menjadi semakin sejahtera," ujar dia.

Jalan tol Ngawi-Kertosono terbentang sepanjang 87,02 kilometer (km). Dari total 87,02 km tersebut, 48 km (Seksi Ngawi-Wilangan) dibangun oleh PT Ngawi Kertosono Jaya (PT NKJ), selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

PT NKJ merupakan perusahaan patungan antara Jasa Marga dengan Waskita Karya dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing sebanyak 60 persen dan 40 persen.

Sementara sisanya sepanjang 38 Km (Seksi Wilangan-Kertosono), merupakan porsi Pemerintah yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada kuartal IV tahun ini.

Saat ini, Seksi Ngawi-Wilangan tersebut sudah lulus uji kelayakan dan siap beroperasi. Tim Evaluasi Layak Fungsi dan Layak Operasi Jalan Tol turut memastikan jika semua spesifikasi teknis, persyaratan serta fasilitas lalu lintas dan perlengkapan jalan yang ada di ruas jalan tol Ngawi Kertosono sudah sesuai standar manajemen dan keselamatan lalu lintas.

Tim evaluasi tersebut terdiri atas unsur Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerian PUPR, Korlantas Polri, serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Untuk mendukung kesiapan operasi, pihak Jasa Marga juga telah melakukan uji peralatan tol pada 13-14 Maret 2018.

Pengujian tersebut mencakup kesiapan empat Gerbang Tol (GT) yaitu (GT) Ngawi (dioperasikan oleh PT JSN), GT Madiun, GT Caruban, dan GT Wilangan dalam melayani transaksi nontunai (cashless) yang juga disaksikan oleh Bank Indonesia dan bank-bank peserta settlement transaksi (Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, BTN dan Bank Jatim). Hasil pengujian menyatakan keempat pintu gerbang tol siap beroperasi. (lp/02)