Sulthan saat bersiap pulang ke Aceh usai menerima perawatan dan pengobatan tumor di RS PHC Surabaya, Selasa (27/3/2018).

SURABAYAPAGI.com, SURABAYA - Sulthan Mahudin (14) sempat putus harapan melanjutkan pendidikan karena tumor selaput otak yang ia derita.

Sebab, tumor tersebut juga menyerang mata sebelah kiri bocah asal Tanoh Dapet, Celala, Takengon, Nangtroe Aceh Darussalam ini.

Hingga saat ini Sulthan telah 8 tahun tidak melanjutkan pendidikannya.

 

Kini, Sulthan sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (RS PHC) Surabaya.

Rangkaian tindakan ia terima sejak pertengahan Februari 2018 usai secara tak sengaja berjumpa dengan CEO Pelindo III, Ari Askhara di Jakarta.

Ayah dari Sulthan, Jemalim (45) mengungkapkan sejak usia 8 tahun ada bintitan kecil pada mata sebelah kiri Sulthan.

Lama-kelamaan pengelihatannya memburuk dan Sulthan malu untuk ke sekolah.

“Matanya mulai membengkak sejak setahun terakhir,” kenangnya letika ditemui di RS PHC Surabaya, Selasa (27/3/2018).

Sekarang kondisi Sulthan sudah mulai membaik, harapannya mata sebelah kiri yang telah dioperasi juga berangsur-angsur pulih.

Rachmad Syahputra, pendamping dari C-Four (Children Cancer Care Community) mengungkapkan kondisi Sulthan saat ditemui hanya mendapat perawatan tradisional.

Sulthan diketahui menderita tumor setelah mendapat perhatian mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata di kampungnya.

“Saat dibawa mahasiswa ke kami sebagai komunitas yang peduli pada anak kanker, kami segera fasilitasi bertemu donatur dan diperiksakan secara medis,” ujarnya.

Rachmad mengungkapkan, kondisi Sulthan yang diobati secara tradisional tak lepas dari trauma keluarga.

Sebab, saat sultan mengalami bintitan, ibunya juga mengalami hal yang sama dengan ukuran lebih besar.

“Ibunya empat tahun mengalami hal yang sama dan dirawat dirumah sakit, sayangnya sebelum operasi sudah meninggal,” jelasnya.

Kondisi Sulthan yang mengalami hal serupa di tahun ketiga ibunya dirawat, membuat pihak keluarga menganggapnya turunan dan memilih perawatan tradisional.

Bantuan dan koneksi donaturlah yang kini membuat Sulthan memperoleh pengobatan dan perawatan pengangkatan tumor.

Setelah mendapat pengobatan dan perawatan ini, Sulthan mengungkapkan rasa bahagianya mendapat kesempatan terbang ke Surabaya, sekaligus pengobatan.

Iapun ingin kembali melanjutkan pendidikannya dengan menempuh pendidikan kesetaraan.

“Saya pingin bisa sekolah lagi, sudah senang sekali bisa dibantu seperti ini,” ucapnya terharu.

Selanjutnya untuk proses rehabilitasi pasca operasi, rencananya akan dilakukan di rumah sakit terdekat dengan domisilinya.

Sulthan sendiri dapat diperkirakan pulang pada tanggal 27 Maret 2018.

Di mana proses pencabutan dan pembersihan jahitan telah selesai.

(sry/03)