Prosesi pengukuhan Prof. Dr. H. Aminullah Assagaf, SE. MS. MM. M.Ak sebagai Guru Besar dlam bidang Ilmu Ekonomi Manajemen dan Bisnis. (SP/MOH. AINUL Y)

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Jumlah Guru Besar Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bertambah dengan dikukuhkannya Prof. Dr. H. Aminullah Assagaf, SE. MS. MM. M.Ak sebagai Guru Besar dlam bidang Ilmu Ekonomi Manajemen dan Bisnis. Pengukuhan Guru Besar ke 14 Unitomo ini akan berlangsung dalam Rapat Terbuka Senat yang diadakan di Auditorium Ki H. Mohammad Saleh besok (29/3/2018).

Prof. Aminullah Assagaf mulai bergabung menjadi dosen di Unitomo sejak 1996, dan kemudian menyelesaikan banyak gelar masternya di berbagai universitas.

Pria kelahiran Maros, 29 Januari 1956 ini akan menyampaikan orasi ilmiahnya tentang Financial Distress pada Badan Usaha Milik negara (BUMN).

Ditemui sehari sebelum pengukuhan di kampus Unitomo, Rabu (28/3/2018), ia menjelaskan, sejauh ini memang terdapat beberapa BUMN yang dihadapkan pada struktur biaya yang lebih besar dari pendapatan atau cash inflow-nya tidak seimbang dengan cash outflow sehingga terjadi defisit.

“BUMN seperti ini tentu memerlukan tambahan pendanaan subsidi atau Public Service Obigation (PSA) dari APBN, agar dapat melanjutkan operasional dan likuiditas perusahaannya tetap terjaga,” jelas Doktor lulusan Universitas Hasanuddin itu.

Menurut Aminullah, dalam jangka pendek subsidi ini memang menimbulkan beban terhadap APBN, tapi tetap diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

“karena itu pengurangan subsidi sebagaimana trens yang beberapa tahun terakhir inisedang berlangsung, perlu dilakukan secara bertahap. Ini penting agar tidak berpotensi menimbulkan social cost yang justeru membebani kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya lagi saat ditemui di ruang proklamasi Unitomo.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Nur Sayyidah menyambut gembira dengan turunnya Surat Keputusan Menristekdikti pengangkatan Aminullah Assagaf sebagai Guru Besar. Namun ia mengingatkan bertambahnya beban tanggung jawab pengabdian yang harus diemban oleh Guru Besar.

“Justeru ini menjadi awal pengabdianyang sesungguhnya, karena sesuai pengukuhan tugas dan pekerjaan berat menunggu untuk diselesaikan, yaitu mengembangkan ilmu agar bisa lebih bermanfaat bagi umat dan bangsa," ujarnya.moh