Dari kiri ke kanan: H. Tatang Istiawan (Pendiri Harian Surabaya Pagi), Choirul Anam (Harian Duta), dan Djalil Latuconsina (Majalah Sapujagat), mendeklarasikan mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2018, Rabu

SURABAYA PAGI, Surabaya – Tiga bulan jelang Pilgub Jatim 2018, politik di Jatim makin dinamis. Sejumlah wartawan senior pun menyikapi Pilgub yang diikuti dua pasangan calon (paslon), yakni Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak (nomor urut 1) dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Setelah melakukan berbagai analisa, wartawan senior yang dimotori H. Tatang Istiawan (Pendiri Harian Surabaya Pagi), Choirul Anam (Harian Duta), dan Djalil Latuconsina (Majalah Sapujagat) ini mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak.

H. Tatang Istiawan yang menjadi inisiator deklarasi ini menegaskan dukungannya ini tidak akan memengaruhi independensi dirinya sebagai wartawan. Menurutnya, kebebasan pers itu berbeda dengan militer yang tidak memiliki hak pilih. Sedang wartawan masih memiliki hak pilih. Sedang pilihan wartawan senior mendukung Khofifah-Emil, didasarkan pada nilai-nilai kebenaran. Hal itu semua sesuai dengan track record yang dimilikinya.

"Kita jangan bicara dukung mendukung ini. Kalau dukung mendukung itu kepentingan sesaat. Kalau bicara kebenaran itu kepentingan jangka panjang," tandas Tatang kepada wartawan dalam Deklarasi Wartawan Senior di Hotel Verwood, Surabaya, Rabu (4/4/2018). Turut hadir dalam deklarasi ini perwakilan dari Partai Hanura, PPP dan mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono, yang juga mantan Ketua Tim Pemenangan Karsa pada Pilgub 2013.

Dukungan pada paslon nomor urut 1 itu juga karena para wartawan senior menilai pasangan Khofifah-Emil adalah paket lengkap. Keduanya merupakan representasi kalangan usia tua dan muda, serta keduanya dinilai memiliki pengalaman yang sudah teruji dalam menjalankan roda pemerintahan. "Khofifah itu saat reformasi sudah seperti macan di DPR RI, dan dia punya pengalaman dalam bidang sosial ekonomi. Sedangkan, Emil dia pemuda yang kami lihat adalah sosok yang cerdas dan punya konsep pas untuk membangun Jawa Timur," jelasnya.

Dalam sambutannya Tatang menjelaskan semua penilaian tersebut menggunakan data valid, terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan.

"Ini bukan sekedar opini. Kita menemukan pasangan calon kapabilitas sebagai teknokrat diragukan. Kita punya database yang lengkap selama sepuluh tahun ini pekerjaannya guyon. Inilah tipe-tipe cagub PHP (pemberi harapan palsu, red)," paparnya.

Lebih lanjut, Tatang juga mengungkapkan kriteria Calon Gubernur Jatim yang ideal menurutnya ialah yang bisa meneruskan program Gubernur sebelumnya, H. Soekarwo, yang selama sepuluh tahun ini memiliki program Jatimnomics. Program ini konsisten mewujudkan cita-cita pembukaan alenia keempat UUD 1945. “Khofifah-Emil adalah sosok pemimpin yang mempunyai program visioner dan bisa meneruskan cita-cita kemakmuran untuk masyarakat Jawa Timur,” terang Tatang.

Selain mendeklarasikan dukungan untuk pasangan nomor urut satu. Wartawan senior ini juga meminta penerbitan pers cetak, TV, online dan radio bersama para jurnalisnya untuk meliput Pilgub Jatim secara cerdas dan obyektif. Ini terutama dalam membedah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yang benar-benar memiliki kapabilitas mensejahterakan masyarakat Jatim untuk meneruskan program pembangunan ekonomi Gubernur Jatim, Soekarwo.

"Saya melihat wartawan saat ini hanya meliput seremonial, tidak melihat bagaimana latar belakang dari masing-masing paslon. Wartawan harus menjadi sarana pendidikan yang baik pada masyarakat bukan membodohi masyarakat. Dan ini dilindungi oleh Undang-Undang (UU) nomor 40 tahun 1999 yang filosofinya mengharuskan kita berpihak kepada kebenaran," ungkap Tatang bersemangat. n qin