AHY (paling kanan) saat silaturahmi di Ponpes Baddriduja, Kraksaan, Probolinggo didampingi Renville Antonio (paling kiri).

SURABAYAPAGI, Probolinggo– Dorongan agar Agus Harimurty Yudhoyono maju sebagai calon Presiden kembali muncul. Kali ini dari kalangan para Gus (Anak Kyai) dan Ulama – ulama kharismatik yang satu suara ingin pemimpin baru untuk mengatasi beragam problem di negeri ini.


Dimulai dari Kota Pasuruan, Gus Ifdol - ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) Pasuruan sepakat mendoakan agar Mas AHY bisa menjadi Presiden 2019. Disitu ada sekitar 25 Gus-Gus yang sedang berkumpul dari berbagai pondok pesantren. Termasuk diantaranya, Gus Wildan ketua Lesbumi Pasuruan, Gus Muklas ketua Forum Pengembangan Ponpes dan Gus Fahrurozy Ketua Forum Komunikasi Kyai Kampung Jawa Timur. “Kami sepakat untuk mendukung mas AHY calon presiden 2019, harapan kami, mohon pesantren diperhatikan, khususnya ponpes di pelosok desa yang belum tersentuh pembangunan. Selama ini hanya pesantren yang di tengah kota dan pesantren terkenal saja yang mendapat perhatian. Sedangkan yang di desa kurang diperhatikan,” cetus Gus Muklas saat bertemu dengan AHY di salah satu warung Lesehan Kota Pasuruan, (4/4/2018).


Begitu juga ketika AHY melanjutkan perjalanan ke ponpes Badridduja, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Di pondok KH Mustofa Badri itu, disambut sekitar 3000 santri dan AHY dilantunkan sholawat yang mendoakan keselamatan dan bisa menjadi calon presiden 2019. “AHY ini sama seperti abahnya (SBY), pintar dan tidak tenang, Insya Allah doa kami AHY bisa menjadi pemimpin Indonesia,” ucap KH Mustofa Badri. Usai dari Ponpes Badridduja, AHY beserta rombongan melanjutkan silaturahim di Pondok Nurul Jadid, Paiton Probolinggo bersama calon Wakil Gubernur Jatim Emil E Dardak. Di Ponpes dengan santri dan siswa sebanyak 10.000 orang itu, doa yang sama juga dilontarkan pengasuh ponpes.


Komandan Kogasma (Komando Tugas Bersama) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat ini dalam sambutannya mengatakan, ingin terus bersama santri, ulama dan kyai untuk bersama-sama menjaga ketentraman bangsa ini. AHY mengaku akhir-akhir ini melihat situasi Negara agak memprihatinkan. Seolah-olah dipisah-pisah, ada kelompok Islam yang dianggap tidak nasionalis, dan ada kelompk nasionalis yang dianggap tidak islami. “Saya itu kuatir, bangsa ini semakin lama semakin terkotak dan terpecah belah. Saya berharap ulama dan umaro bersatu, kalau ada masalah diselesaikan dengan baik. Saya mohon doa juga,” kata AHY yang kemarin didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio.


Menurutnya, tempat yang terbaik ada di tengah alim ulama. Sudah saatnya membangun semangat dan soliditas bersama ulama dan umaro. Sangat disesalkan jika ada tokoh elit yang tidak menghormati kebhinekaan. “Negara kita menghormati minoritas tapi jangan lupa juga menghormati pula mayoritas. Semoga ulama dan santri tidak mudah terprovokasi upaya-upaya adu domba sesama muslim,” terangnya.


Soal dukungan calon presiden, AHY mengaku ada usulan sebagai capres alternatif. Namanya muncul di sejumlah hasil survey. “Tapi saya mawas diri. Ini semua takdir Allah, yang bisa dilakukan manusia adalah ikhtiar. Saya jalan saja untuk mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara. Saya Amini doa yang baik,” pungkas AHY. rko