Petugas saat melakukan fogging di Kelurahan Lirboyo Kota Kediri. (SP/CAN)


SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pasca adanya sejumlah warga terjangkit Demam Berdarah (DB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melalui Puskesmas Lirboyo melakukan fogging atau pengasapan di Jalan Penanggungan, Kota Kediri.


Bima Dika Sugiharto, berusia 12 tahun asal Jalan Penanggungan Lirboyo RT 1/RW5, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Kota Kediri, karena suspect DB.


"Pasien masuk rumah sakit, pada 29 Maret 2018 dan hingga saat ini belum pulang. Sewaktu masuk, pasien mengeluh demam tinggi. Kemudian sehari setelahnya, pada 30 Maret 2018 trombositnya turun hingga 96 ribu," kata Roni, Dinkes Kota Kediri usai melakukan fogging.


Berdasarkan catatan Puskesmas Lirboyo, Bima mulai sakit, pada 26 Maret 2018 lalu. Tiga hari setelahnya, Nina Susanti Catur Wulandari, ibunya menyusul masuk ke rumah sakit.


"Pasien Bima dirawat satu kamar bersama ibunya. Tetapi, untuk ibunya hasil labnya belum keluar. Sedangkan anaknya Bima sudah keluarga, didiagnosa susfect DB," imbuhnya.


Fogging kali ini dilakukan terhadap kurang lebih 60 rumah, yang berada di sekitar rumah penderita. Tujuannya untuk memberantas nyamuk aides aigepty yang diduga berkembang biak di musim penghujan ini.


Menurut Roni, permukiman yang dilakukan pengasapan berada dikawasan endemik. Pasalnya, di daerah ini kepadatan penduduknya cukup tinggi. Selain itu, terdampak banyak warga yang bermigrasi dari luar daerah.

Sesuai data Dinkes Kota Kediri, sejak awal Januari hingga awal April 2018 ini tercatat sudah ada 60 pasien penderita DB. Beberapa diantaranya kini tengah menjalani masa perawatan di rumah sakit, seperti RSUD Gambiran, RS Bhayangkara dan RS Baptis. Can